google adsense

Monday, August 7, 2017

Konsep Statistik

A.    Konsep Statistik
  1. Pengertian statistika
Statistik berasal dari bahasa Italia, statista, yang berarti pejabat negara. Hal ini dapat diketahui dari berbagai buku statistika dan catatan yang memperlihatkan bahwa metode statistik telah dikenal sejak zaman Romawi. Pada saat itu, penggunaan metode statistik masih terbatas pada kepentingan negara seperti jumlah penduduk menurut umur, jenis kelamin dan pekerjaan. (Budiarto, 2001, p. 1)
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada zaman Romawi, statistika itu berarti pejabat Negara. Jule dan Kendall dalam bukunya “An Introduction to The History of Statistics” menyatakan bahwa statistika adalah kumpulan data kuantitatif yang dipengaruhi oleh berbagai sebab dan metode statistika merupakan suatu metode untuk menjelaskan data kuantitatif yang dipengaruhi oleh berbagai sebab  (Budiarto, 2001, p. 2)
Saat ini terdapat tiga pengertian statistika, yaitu sebagai berikut:
a.       Statistika merupakan kumpulan angka yang dihasilkan dari pengukuran atau penghitungan yang disebut data.
b.      Statistika dapat pula diartikan sebagai statistik sampel.
c.       Statistika sebagai suatu metode ilmiah yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan, mengadakan analisis data hasil penelitian, dan lain-lain.
Statistika kesehatan ialah data atau informasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Statistika kesehatan sangat bermanfaat untuk kepentingan administratif, seperti merencanakan program pelayanan kesehatan, menentukan alternatif penyelesaian masalah kesehatan, dan melakukan analisis tentang berbagai penyakit selama periode waktu tertentu (time series analysis). Selain itu, statistika kesehatan juga berguna untuk menentukan penyebab timbulnya penyakit baru yang belum diketahui atau untuk menguji manfaat obat bagi penyembuhan penyakit tertentu setelah hasil uji klinik dinyatakan berhasil  (Budiarto, 2001, p. 3)
Statistika kedokteran dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah kedokteran, misalnya angka kematian (mortalitas) dan angka kesakitan (morbiditas) yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Informasi tersebut dapat digunakan untuk merencanakan program pelayanan kesehatan atau untuk mengadakan penilitian guna mengetahui penyebabnya sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan pengobatan agar angka kematian karena penyakit tersebut dapat dikurangi. Statistika kedokteran merupakan suatu pedoman yang penting dalam penarikan kesimpulan dari hasil penelitian dalam upaya mencari efektivitas dan efisiensi obat untuk penyembuhan penyakit  (Budiarto, 2001, p. 3)
Namun, perlu dipahami bahwa metode statistika dalam bidang kedokteran merupakan alat bantu yang sangat baik, tetapi bukan merupakan satu-satunya alat bantu untuk menarik kesimpulan karena masih banyak alat pendukung lain, seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis, pengalaman klinik, dan lain-lain  (Budiarto, 2001, p. 3)
Menurut Sabri dan Hastono (2008), statistic adalah sekumpulan konsep dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasi data tentang bidang kegiatan tertentu dan mengambil kesimpulan dalam situasi dimana ada ketidakpastian dan variasi.

  1. Pembagian statistika
Secara garis besar, metode statistika dapat dibagi menjadi dua kategori.  Kategori pertama disebut sebagai statistika deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan yang berkaitan dengan penyakit dan kesehatan masyarakat berdasarkan hasil pengamatan yang nyata. Misalnya, jumlah kematian karena penyakit tertentu yang terjadi disuatu rumah sakit, banyaknya penderita  yang membutuhkan rawat inap dalam satu tahun, atau jumlah tempat tidur yang tersedia di suatu rumah sakit. Dan lain-lain. Informasi demikian bersifat administrative (Budiarto, 2001, p. 4)
Kegiatan yang dilakukan pada statistika deskriptif meliputi pengumpulan data, pengolahan data, pengolahan data, penyajian data, dan analisis sederhana berupa perhitungan nilai tengah, variasi, rata-rata, rasio atau proporsi, dan persentase (Budiarto, 2001, p. 4)

Kategori kedua ialah statistika inferensial yang ditujukan untuk menarik kesimpulan ciri-ciri populasi yang dinyatakan dengan parameter populasi melalui perhitungan-perhitungan statistik sampel. Hal ini dilakukan untuk menguji hipotesis berdasarkan teori estimasi dan distribusi probabilitas (to extrapolate) atau untuk membandingkan khasiat obat, prosedur pengobatan, metode pengobatan, dan lain-lain. Walaupun metode statistika dibagi menjadi dua kategori, tetapi diantara keduanya tidak seluruhnya dapat dipisahkan satu dengan yang lain (Budiarto, 2001, p. 4).\

DAFTAR PUSTAKA

Budiarto, Eko. (2001). Biostatisitka untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC
Chandra, Budiman (1995). Pengantar Statistik Kesehatan. Jakarta : EGC
Hasan, iqbal. (2006). Analisa dan Hasil Penelitian dengan Statistik.ed.2. Jakarta: Media Grafika.
Sudjana. (2010). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito

No comments:

Post a Comment

Komentar yang diharapkan membangun bagi penulis, semoga bermanfaat