google adsense

Monday, August 7, 2017

KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA

A.    KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA
1.      Defenisi Keperawatan Keluarga
Keperawatan keluarga adalah sebuah area spesialisasi yang melintasi berbagai area spesialisasi keperawatan lainnya. Walaupun keperawatan keluarga sebagai sebuah spesialisasi yang jelas masih relatif baru, tetapi terdapat bukti yang kuat bahwa keperawatan keluarga merupakan area spesialisasi yang dinamis dan tengah berkembang yang berfokus pada praktik, pendidikan, dan penelitian (Friedman, 2010, p. 34)
Menurut Salvacion & Araceles (1978) dalam buku Zaidin (2009;16) keperawatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang dipusatkan pada “keluarga”.
Keperawatan keluarga merupakan penyediaan pelayanan yang melibatkan proses keperawatan, untuk keluarga dan anggota keluarga dalam situasi kesehatan dan penyakit (Friedman, 1998)
Praktik keperawatan keluarga didefinisikan sebagai pemberian asuhan keperawatan kepada keluarga dalam keadaan sehat dan sakit. Tujuan keperawatan keluarga adalah membantu keluarga untuk membantu dirinya sendiri mencapai tingkat fungsi atau kesejahteraan keluarga yang lebih tinggi dalam konteks tujuan, aspirasi, dan kemampuan keluarga tertentu (Friedman, 2010, p. 36)
Menurut Friedman (2010), keperawatan keluarga mencakup :
a.       Pemberian asuhan keperawatan bagi keluarga
b.      Penggunaan proses keperawatan yang diterapkan pada keluarga
c.       Bekerja dengan keluarga dalamkonteks sehat atau sakit
d.      Bekerja dengan keluarga dalam berbagai kondisi di manapun keluarga harus mendapatkan layanan
e.       Bekerja dengan seluruh bentuk keluarga
f.       Dipandu oleh teori dan penelitan dari ilmu sosial keluarga, terapi keluarga, dan keperawatan
g.      Menekankan pada orientasi kesehatan, sebuah perspektif yang holistik dan interaktif, serta pentingnya kekuatan keluarga

2.      Keluarga Sebagai Suatu Unit Pelayanan
Keluarga dijadikan sebagai unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara sesama anggota keluarga dan akan mempengaruhi pula keluarga-keluarga lain disekitar atau masyarakat secara keseluruhan (Efendy, 1998, p. 39)
      Friedman (1981) dalam Efendy (1998) menguraikan alasan keluarga dikatakan sebagai unit asuhan keperawatan, yaitu sebagai berikut:
a.       Keluarga sebagai unit utama masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat
b.      Keluarga sebagai kelompok dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau memperbaiki masalah-masalah kesehatan  dalam kelompoknya
c.       Masalah-masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan apabila salah satu anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan akan berpengaruh kepada anggota keluarga yang lain
d.      Dalam memelihara kesehatan anggota keluarga sebagai individu (pasien), keluarga tetap berperan sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan para anggota keluarganya
e.       Keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah untuk berbagai upaya kesehatan masyarakat.

Cara pandang terhadapa keluarga adalah sebagai berikut :
a.       Keluarga sebagai konteks
Cara pertama menjabarkan konsep keperawatan keluarga adalah sebagai sebuah bidang tempat keluarga dipandang sebagai konteks bagi klien atau anggota keluarga. Asuhan keperawatan berfokus pada individu. Keluarga, yang biasanya adalah kelompok primer paling penting bagi klien, umumnya dipandang sebagai sebuah sumber daya bagi klien, walaupun dalam beberapa kasus keluargadipandang sebagai sebuah stresor. Keluarg adalah latar belakang atau fokus sekunder dan individu yang merupakan bagian terdepan atau fokus utama terkait dengan pengkajian dan intervensi (Friedman, 2010).
Perawat dapat melibatkan keluarga dalam berbagai tingkatan. Dalam beberapa kasus, perawat dapat mengkaji keluarga sebagai bagian dari sistem pendukung sosial klien, tetapi hanya sedikit melibatkan keluarga dalam rencana asuhan keperawatan. Dalam beberapa kasus yang lain, perawat mungkin banyak melibatkan keluarga dalam perawatan klien. Pengaruh nyata dan sosioemosional keluarga terhadap klien juga di kaji dan dimasukkan ke dalam rencana terapi klien (Friedman, 2010).

b.      Keluarga sebagai kumpulan dari anggotanya
Pada tipe kedua praktik keperawatan keluarga, keluarga dipandang sebagai akumulasi atau kumpulan individu yang menjadi anggota keluarganya. Ketika perawatan disediakan atau diberikan kepada seluruh anggota keluarga, perawatan kesehatan keluarga dapat dianggap telah diberikan. Hal tersebut merupakan sebuah model yang menjadi patokan dari kebanyakan perawatan primer keluarga dan pelayanan kesehatan komunitas. Pada tipe praktik keperawatan keluarga ini, yang menjadi bagian terdepan adalah masing-masing klien, yang dipandang sebagai unit yang terpisah bukan unit yang saling terkait (Friedman, 2010).

c.       Subsistem keluarga sebagai klien
Pada tipe ketiga praktik keperawatan keluarga, subsistem keluarga merupakan fokus dan penerima pengkajian dan intervensi. Friedman (1993) dan Robinson (1995) menyebut model ini sebagai basis keperawatan keluarga interpersonal. Hubungan antara orang tua dan anak, interaksi pernikahan, isu pemberian asuhan, dan masalah bonding attachment adalah contoh fokus keperawatan keluarga (Friedman, 2010).

d.      Keluarga sebagai klien
Pada tipe keempat penjabaran konsep keperawatan keluarga, keseluruhan keluarga dipandang sebagai klien atau sebagai fokus utama pengkajian dan perawatan. Dalam hal ini keluarga merupakaj bagian terdepan, sedangkan individu keluarga berada sebagai latar belakang atau konteks. Keluarga dipandang sebagai sebuah sistem yang saling mempengaruhi (Friedman, 2010).
Fokusnya adalah pada hubungan dan dinamika interna keluarga, fungsi dan struktur keluarga, dan hubungan sistem keluarga dengan keseluruhan serta hubungan keluarga dengan lingkungan luarnya. Pada keperawatan sistem keluarga , hubungan antara penyakit, anggota keluarga, dan keluarga dikaji dengan menggunakan perspektif interaksi ini dan dimasukkan ke dalam rencana terapi. Tipe praktik ini menggunakan paradigma dan kerangka epistomologis yang berbeda untuk pengkajian dan perawatan, yang ditandai dengan holisme dan hubungan kausal yang sirkular (Friedman, 2010).

e.        Keluarga sebagai komponen masyarakat
Terdapat konsep keluarga kelima yang di deskripsikan oleh Hanson (2001) dalam Friedman (2010), yaitu keluarga sebagai komponen masyarakat. Pada konsep ini, keluarga dipandang sebgai suatu subsistem dalam sebuah sistem yang lebih besar-komunitas, masyarakat. Keluarga dipandang sebagai salah satu lembaga dasar di masyarakat, seperti lembaga pendidikan, kesejahteraan, atau agama (Friedman, 2010).
Gambar 2.1. Lima cara memandang keluarga, semua membentuk keperawatan keluarga
Klien        Individu
C
A
D
E
B
A
B
C
D
Lembaga keluarga
Lembaga     pendidikan
Lembaga kesejah        teraan
Lembaga pemerintahan
    dsb  

Keluarga sebagai kumpulan anggotanya
Susbsistem keluarga sebagai klien
Keluarga sebagai kumpulan anggotanya
Keluarga sebagai konteks
Keluarga sebagai komponen masyarakat

Anngota keluarga A
Anggota keluarga B
Anggota keluarga C
Anggota keluarga D
 

















3.      Peran dan Tanggung Jawab Perawat Keluarga
a.       Peran perawat keluarga
Perawat keluarga memiliki peran untuk memandirikan keluarga dalam merawat anggota keluarganya, sehingga keluarga mampu melakukan fungsi dan tugas kesehatan. Fungsi perawat membantu keluarga untuk menyelesaikan kesehatan dengan cara meningkatkan kesanggupan keluarga melakukan fungsi dan tugas perawatan kesehatan keluarga. (Mubarak, 2009).
Peran perawat dalam melakukan perawatan kesehatan keluarga antara lain:
1)      Pendidik (educator)
Perawat kesehatan keluarga harus mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga agar keluarga dapat melakukan program asuhan kesehatan keluarga secara mandiri dan bertanggung jawab terhadap masalaha kesehatan keluarganya. Kemampuan pendidik perlu di dukung oleh kemampuan memahami bagaimana keluarga dapat melakukan proses belajar mengajar.
2)      Coordinator
Menurut ANA, praktik keperawatan komunitas merupakan praktik keperawatan yang umum, menyeluruh dan berlanjut. Keperawatn berkelanjutan dapat dilaksanakan jika direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik. Koordinasi merupakan salah satu peran utama perawat yang bekerja dengan keluarga. Klien pulang dari rumah sakit memerlukan perawatan lanjutan di rumah., maka diperlukan koordinasi lanjutan asuhan keperawatan di rumah. Program kegiatan atau terapi dari berbagai disiplin pada keluarga perlu dikoordinasikan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya. Koordinasi diperlukan pada perawatan berkelanjutan agar tercapai pelayanan yang komprehensif
3)      Pelaksana perawatan dan pengawasan perawatan langsung
Kontak pertama perawat kepada keluarga dapat melalui anggota keluarganya yang sakit. Perawat yang bekerja dengan klien dan keluarga, baik dirumah, klinik maupun di rumah sakit bertanggung jawab memberikan perawatan langsung atau mengawasi keluarga memberikan perawatan pada anggota yang dirawat di rumah sakit, perawat melakukan perawatan langsung atau demonstrasi  asuhan yang disaksikan oleh keluarga dengan harapan keluarga mampu melakukannya dirumah, perawat dapat mendemonstrasikan dan mengawasi keluarga untuk  melakukan peran langsung selama di rumah sakit atau di rumah oleh perawat kesehatan masyarakat.
4)      Pengawas kesehatan
Perawat mempunyai tugas melakukan home visit yang teratur untuk mengidentifikasi atau melakukan pengkajian tentang kesehatan keluarga.
5)      Konsultan atau penasehat
Perawat sebagai nara sumber bagi keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan. Hubungan perawat keluarga harus dibina dengan baik, perawat harus bersikap terbuka dan dapat dipercaya. Dengan demikian, keluarga mau meminta nasehat kepada perawat tentang masalah yang bersifat pribadi. Pada situasi ini perawat sangat dipercaya sebagai narasumber untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga.
6)      Kolaborasi
Perawat komunitas juga sama dengan pelayanan rumah sakit atau anggota tim kesehatan yang lain untuk mencapai tahap kesehatan keluarga yang optimal.
7)      Advokasi
Keluarga seingkali tidak mendapatkan pelayanan sesuai di masyarakat, kadang kala kelurga tidak menyadari mereka telah dirugikan. Sebagai advokat klien, perawat berkewajiban untuk melindungi hak keluarga. Misalnya keluarga dengan social ekonomi lemah yang tidak mampu memenui kebutuhannya, maka perwat dapat membantu keluarga mencari bantuan.
8)      Fasilitator
Peran perawat komunitas disini adalah membantu keluarga meningkatkan derajat kesehatannya. Keluarga sering tidak dapat menjangkau pelayanan kesehatan karena berbagai kendala yang ada. Kendala yang sering dialami keluarga adalah keraguan dalam menggunakan pelayanan kesehatan, masalah ekonomi, dan masalah social budaya. Agar dapat melaksanankan peran fasilitator dengan baik, maka perawat komunitas harus mengetahui system pelayanan kesehatan, misalnya system rujukan dan dana sehat.
9)      Penemu kasus
Peran perawat komunitas yang juga sangat penting adalah mengindetifikasi masalah kesehatan secara dini, sehingga tidak terjadi ledakan penyakit atau wabah
10)  Modifikasi lingkungan
Perawat komunitas harus dapat memodifikasi lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang sehat.

b.      Tanggung jawab perawat keluarga
Secara umum, perawat mempunyai tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan atau pelayanan keperawatan, meningkatkan ilmu pengetahuan dan meningkat diri sebagai profesi. Tanggung jawab perawat dalam memberi asuhan keperawatan kepada klien mencakup aspek biopsikososialkultural dan spiritual, dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasarnya dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi:
1)      Membantu klien memperoleh kembali kesehatannya
2)      Membantu klien yang sehat untuk memelihara kesehatannya
3)      Membantu klien yang tidak dapat disembuhkan untuk menerima kondisinya

4)      Membantu klien yang menghadapi ajal untuk diperlakukan secara manusiawi sesuai martabatnya sampai meninggal dengan tenang
DAFTAR PUSTAKA

Christensen, Paula J. 2009. Proses keperawatan: aplikasi model konseptual. Ed. 4. Jakarta: EGC
Efendy. (1998). Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC
Effendi, Ferry. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas: teori, dan praktik dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Friedman, M.M. (1998). Keperawatan keluarga: teori dam praktek. Ed.3. Jakarta: EGC
Friedman., Marilyn M. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: riset, teori dan praktik. Ed.5. Jakarta: EGC
Mubarak, Wahit Iqbal. (2009). Ilmu keperawatan komunitas buku 2: konsep dan aplikasi. Jakarta: Salemba Medika
Mubarak, W.I. & Santoso, B.A. (2006). Buku ajar ilmu keperawatan komunitas: teori & aplikasi dalam praktik dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas, gerontik, dan keluarga. Jakarta: Sagung Seto
Setiadi. (2007). Konsep dan penulisan riset keperawatan. (Ed.1). Jogjakarta: Graha Ilmu
Suprajitno. (2004). Asuhan keperawatan keluarga: aplikasi dalam praktik. Jakarta: EGC
Agusman, F. (2011). Aplikasi teori Orem terhadap asuhan keperawatan keluarga. Diambil pada 28 November 2012 dari: http://ebookbrowse.com/aplikasi-teori-orem-terhadap-asuhan-keperawatan keluarga-ppt.d143522297

No comments:

Post a Comment

Komentar yang diharapkan membangun bagi penulis, semoga bermanfaat