tentang saya

tentang saya
mahasiswa keperawatan

Selasa, 16 September 2014

PROSES KEPERAWATAN PADA PERINEAL

PROSES KEPERAWATAN  PADA PERINEAL
Proses keperawatan pada perawatan perineum
Kasus :
    Seorang wanita 35 tahun dirawat di ruang delima selama 3 hari yang lalu. Bekerja di Wiraswasta sebagai supervisor. Pasien mengatakan kurang mampu melakukan perineal hygiene, tetapi merasa kesulitan membersihkan area genitalnya. Pasien juga mengeluh gatal-gatal pada daerah kemaluannya dan di diagnosa dokter mengalami inkontinensia urine atau fekal.
A.  Pengkajian
1.      Pengumpulan data : identitas pasien
Nama                : Ny. M
Jenis kelamin    : Perempuan
Umur                : 35 tahun
Pekerjaan          :  Wiraswasta
Registrasi          : 9 Februari 2012
Data subjektif :
1.      Mampu kurang mampu melakukan perawatan perineal tetapi merasa sulit membersihkan area genital
2.      Mengeluh gatal pada kemaluannya
3.      Di diagnosa oleh dokter menderita inkontinensia urine atau fekal
Data Objektif :
1.      Pasien mampu leluasa bergerak dan mampu melakukan mandi secara mandiri
2.      Adanya kemerahan pada area alat kelamin
3.      Pasien sulit menahan Buang Air Kecil (BAK)
Validasi data : Pasien kurang mampu melakukan perineal hygiene secara mandiri bukan karena keadaan fisiknya melainkan karena kurang pengetahuan tentang perawatan genital yang baik dan benar.
2.      Analisa data
Data
Penyebab
Masalah
DS : tidak mampu melakukan perawatan pada genital dan gatal-gatal pada area kemaluannya
D0 : Kurang pengetahuan pasien dalam melakukan perawatan perineal hygiene.
Adanya lesi pada kulit
Resiko terhadap infeksi
DS : Di diagnosa oleh dokter menderita inkontinensia urine atau fekal
DO : Pasien sulit menahan Buang Air Kecil (BAK)

Gangguan citra diri
Pola tidur tidak efektif

B.  Diagnosa
Diagnosa 1 : Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan adanya lesi pada kulit
ditandai oleh kurangnya pengetahuan pasien dalam melakukan perawatan perineal hygiene.
Diagnosa 2 : Pola tidur tidak efektif berhubungan dengan gangguan citra diri ditandai
oleh pasien sulit menahan BAK
C.  Perencanaan
Tujuan : Tidak terjadinya infeksi pada perineum
Kriteria Hasil : Pasien mampu melakukan perawatan diri pada perialnya secara mandiri, baik dan benar 
Intervensi 1
Tujuan : Mencegah infeksi lebih lanjut pada area alat kelamin
Intervensi
Rasional
Kaji tingkat rasa gatal yang dialami
Kaji pengetahuan pasien

Kaji penyebab iritasi kulit
Anjurkan pada pasien untuk melakukan perawatan perineal setelah BAB dan BAK, ganti pembalut jika kotor
Menghilangkan rasa gatal
Pasien dapat melakukan perawatan perineal dengan baik dan benar
Mengurangi rasa nyeri
Meningkatkan kenyamanan pasien

Intervensi 2
Tujuan : Pola tidur dan istirahat pasien tidak terganggu.
Intervensi
Rasional
Kaji faktor terganggunya tidur pasien

Konsultasikan ke dokter tentang penyakit pasien
Membantu pasien dapat beristirahat yang cukup
Meningkatkan kenyamanan dan membantu keluhan dari pasien

D.  Implementasi
Implementasi Diagnosa 1 :
1.      Memberi salep, resep dari dokter
2.      Menjelaskan pengetahuan tentang perawatan perineal yang benar dan baik
3.      Mengurangi rasa nyeri dari iritasi kulit
4.      Menganjurkan pada pasien untuk melakukan perawatan perineal setelah BAB dan BAK, ganti pembalut jika kotor
Implementasi Diagnosa 2 :
1.      Menciptakan kenyamanan pasien
2.      Mengkonsultasikan keluhan pasien pada dokter spesialis kulit
E.   Evaluasi
Evaluasi diagnosa 1 :
S  = Pasien mengatakan tidak merasakan lagi sakit dan gatal-gatal pada kemaluannya
O = Permukaan kulit pada area kemaluannya tidak memerah lagi
A = Masalah teratasi
P = Asuhan keperawatan di berhentikan
I = Pasien di pulangkan
E = Pasien mampu melakukan perawatan diri
R = -
Evaluasi diagnosa 2 :
S  = Pasien masih terganggu pola tidurnya
O = Linen tempat tidur pasien terlihat basah dengan urine pasien, walaupun tidak setiap hari seperti awal pasien masuk Rumah Sakit.
A = Masalah teratasi sebagian
P  = Asuhan keperawatan dilanjutkan
I  =  Pasien bias di pulangkan
E=Pasien mengatakan kenyamanan dengan perawatan perineal yang dilakukannya

R = Meminta resep pada dokter mengenai keluhan dari pasien