google adsense

Tuesday, September 9, 2014

TEORI KEPERAWATAN

A.    Pengertian Teori
  1. Definisi teori
            Teori adalah hubungan beberapa konsep atau kerangka konsep atau definisi yang memberikan suatu pandangan sistematis atau gejala-gejala atau fenomena-fenomena dengan menentukan hubungan spesifik antara konsep-konsep tersebut dengan menguraikan, menerangkan, atau mengendalikan suatu fenomena.
  1. Definisi teori keperawatan
Menurut (steven, 1984, dalam buku taylor, c, ddk) teori keperawatan adalah usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan.

B.     Karakteristik Teori Keperawatan

1.      Teori keperawatan mengidenifikasi dan di definisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep keperaan sebagai hubungan antara konsep manusia, konsep sehat sakit keperawaan dan konsep lingkungan.

2.      Teori keperawatan haus bersifat ilmiah. Artinya teori keperawatan di gunakan dengan alasan ataurasional yang jelas dan di kembangkan dengan menggunakan cara berpikir yang logis.


3.      Teori keperawatan bersifat sederhana dan umum. Artinya teori keperawatan dapat di gunakan pada masalah yang sederhana maupun masalah yang kompleks sesuai dengan situasi praktik keperawatan.

4.      Teori keperawatan berperan dalam memperkaya body of knowledge keperawatan yang di lakukan melalui penelitian.
5.      Teori keperawatan menjadi pedoman dan berperan dalam memperbaiki praktik keperawatan.


C.    Tujuan Teori Keperawatan
1.      Adanya teori keperawatan diharapkan dapat memberikan alasan-alasan tentang kenyataan-kenyataan yang dihadapi dalam pelayanan keperawatan, baik bentuk tindakan maupun model praktek keperawatan sehingga permasalahan dapat teratasi.

2.      Adanya teori keperawatan membantu para anggota profesi perawat untuk memehami  berbagai pengetahuan dalam pemberian asuhan keperawatan kemudian dapat memberikan dasar dalam penyelesaian berbagai masalah keperawatan.


3.      Adanya teori keperawatan membantu proses memberikan arahan yang jelas bagi tindakan keperawatan sehingga segala bentuk tindakan dapat dipertimbangkan.

4.      Adanya teori keperawatan juga dapat memberikan dasar dari asumsi dan filosofi keperawatan sehingga pengetahuan dan pemahaman dalam tindakan keperawatan dapat terus bertambah dan berkembang.


D.    Falsafah Keperawatan
Definisi Falsafah Keperawatan
Falsafah keperawatan adalah dasar pemikiran yang harus dimiliki perawat sebagai kerangka dalam berfikir, pengambilan keputusan dan bertindak yang diberikan pada klien dalam rentang sehat sakit, yang memandang manusia sebagai mahluk yang holistic, yang harus dipenuhi kebutuhan biologi, psikologi, social, cultural dan spiritual melalui upaya asuhan keperawatan yang komprehensif, sistematis, logis, dengan memperhatikan aspek kemanusiaan bahwa setiap klien berhak mendapatkan perawatan tanpa membedakan suku, agama, status social dan ekonomi.
Perbedaan falsafah keperawatan dengan falsafah dari disiplin ilmu lainnya
Falsafah keperawatan memandang manusia  secara holistic sehingga harus dipenuhi  kebutuhannya secara utuh/ holistic dan  komprehensif juga.  Hal ini tidak ditemukan pada falsafah profesi yang lain.  Esensi keperawatan  memandang bahwa pasien adalah mitra yang selalu aktif dalam pelayanan kesehatan.
Contohnya :
  • Ketika klien sakit fisik maka tidak menutup kemungkinan untuk sakit psikisnya juga, keluarga klien ikut merasakan sakit karena harus menunggui anggota keluarganya yang sakit, sehingga secara ekonomi, peran atau pungsi keluarga, ikut terganggu. Selain itu komunitas tempat keluarga tinggal juga dapat terpengaruhi jika keluarga tersebut memiliki peran yang besar di komunitasnya.
  • Pada pasien yang menderita penyakit stadium terminal yang menurut terapi medis sulit disembuhkan dan tergantung dari alat untuk menopang hidupnya, maka dalam asuhan keperawatan juga masih tetap dapat dijalankan melalui banyak cara, seperti terapi religious, tetap memanusiakan manusia, mengikutsertakan keluarga dalam mempersiapkan kematian dll.

Falsafah Keperawatan menurut Pakar keperawatan
Roy (Mc Quiston, 1995)
•   Memandang manusia sebagai makhluk biopsikososial yang merupakan dasar bagi kehidupan yang baik.
•  Keperawatan merupakan disiplin ilmu yang berorientasi kepada praktik keperawatan berdasarkan ilmu keperawatan yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada klien.
Jean Watson (Caring)
Caring adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencakup suatu hal berperikemanusiaan, orientasi ilmu pengetahuan manusia ke proses kepedulian pada manusia, peristiwa, dan pengalaman. Ilmu pengetahuan caring meliputi seni dan umat manusia seperti halnya ilmu pengetahuan.
Perilaku caring meliputi mendengarkan penuh perhatian, penghiburan, kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, menyediakan informasi sehingga pasien dapat membuat suatu keputusan
Betty Neuman
Newman menggunakan pendekatan manusia utuh dengan memasukkan konsep holistik, pendekatan sistem terbuka dan konsep stresor. Sistem klien terdiri dari lima variabel yang beriteraksi:
a.  fisiologi; struktur tubuh dan fungsi
b.  psikologi: proses mental dan hubungan
c.  sosiokultural: kombinasi fungsi sosiol dan kulkural
d.  perkembangan: proses perkembangan manusai
e.  spiritual: keyakinan spiritual


E.     Metaparadigma Keperawatan
Metaparadigma juga dapat dikatakan sebagai suatu konsensus yang paling luas dalam disiplin ilmu sehingga pada akhirnya membutuhkan penerimaan oleh berbagai kalangan disiplin ilmu.
Menurut istitusi kesehatan Carlos, Metaparadigma adalah seperangkat konsep-konsep global yang mengidentifikasi fenomena tertentu yang menarik bagi suatu disiplin dan global menegaskan proposisi bahwa hubungan antara mereka. Hubungan-hubungan ini diadakan dalam cara abstrak.
Meta-paradigma keperawatan adalah tingkat pertama kekhususan dan perawatan perspektif.
Fawcett (2000, dikutip oleh Peterson & Bredow), mendefinisikan metaparadigma sebagai konsep dan preposisi global spesifik terhadap disiplin ilmu yang menjelaskan dan menghubungkan dengan konsep-konsep tersebut.
Metaparadigma adalah seperangkat konsep-konsep global yang mengidentifikasi fenomena tertentu yang menarik bagi suatu disiplin dan global menegaskan proposisi bahwa hubungan antara mereka. Hubungan-hubungan ini diadakan dalam cara abstrak.

Meta-paradigma keperawatan adalah tingkat pertama kekhususan dan perawatan perspektif. Sedangkan paradigma keperawatan memandang segala sesuatu yang terjadi dalam keperawatan/ fenomena dalam keperawatan. 
Menurut Fawcett (2000), dikutip dalam Peterson, pembagian proposisi metaparadigma
secara relasi dan nonrelasi adalah:


Hardy (1978) menyatakan paradigma sendiri merupakan hasil justifikasi yang membutuhkan waku panjang untuk diterima terhadap berbagai fenomena, menyajikan cara dalam menyusun persepsi, bagaimana memprediksi dan mempelajari fenomena tersebut lebih lanjut.


Sedangkan menurut Kuhn (1996), komponen paradigma meliputi:
a.       Symbolic generalization: hukum yang disepakati oleh komunitas ilmiah, dan bahasa yang digunakan untuk menjabarkannya.
b.      Shared commitments to beliefs in particular models.
c.       Value
d.      Exemplars
Ada perbedaan mendasar antara paradigma dan metaparadigma. Paradigma memberikan parameter dasar dan konsep dasar untuk mengorganisasi suatu disiplin ilmu. Paradigma umumnya bersifat spesifik untuk suatu disiplin, filosofis, dan mampu berubah (Peterson & bredow, 2004). Sedangkan metaparadigma bersifat global, netral filosofi, dan umumnya stabil.

Referensi : 
Lyn Basfort & Oliver Slevin. (2006). Teori dan Praktik Keperawatan: Pendekatan integral pada asuhan pasien.. Jakarta : EGC
Potter & Perry. (2005). Fundamental Keperawatan. Edisi 2. Jakarta : EGC

1 comment:

Komentar yang diharapkan membangun bagi penulis, semoga bermanfaat