google adsense

Tuesday, September 9, 2014

METODE PEMBELAJARAN SESUAI TUMBUH KEMBANG

A.     BAYI
1.      Kapasitas belajar. Bayi mengandalkan orang tuanya untuk pemenuhan kebutuhan dasar, belajar untuk mempercayai orang dewasa, dan memahami lingkungan melalui perasaan.
2.      Metode pembelajaran. orang tua memperhatikan rutinitas secara konsisten, menggendong bayi dengan lembut serta berbicara dengannya, dan buat bayi menyentuh testur  benda yang  berbeda.
B.     BALITA
1.      Kapasitas belajar. Balita belajar untuk memahami kata2 dan ekspresi perasaaan secara verbal, belajar dengan benda2 dan memahami lingkungan dengan bermain.
2.      Metode pembelajaran. Menggunakan permainan untuk mengajarkan (mis. Memberikan permainan pemeriksaan, membalut boneka), menawarkan buku gambar yang ada cerita anak masuk ke rumah sakit, menggunakan kata2 yg sederhana agar mudah dimengerti.
C.     PRASEKOLAH
1.      Kapasitas belajar. Anak prasekolah menggunakan bahasa tanpa memahami makna kata, selama bermain anak itu lebih ke tindakan dari pada ucapan dan mengajukan pertanyaan menggikuti gaya orang dewasa.
2.      Metode pembelajaran. Gunakan metode simulus, peniruan dan permainan untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan, mendorong anak untuk mengajukan pertanyaan, dan mendorong anak untuk belajar bersama melalui cerita2  bagaimana melakukan kesehatan.
D.    ANAK USIA SEKOLAH
1.      Kapasitas belajar. Anak berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebaya di luar, mulai mendapatkan kemampuan mental dan anak menjadi ingin lebih tahu dan banyak bertanya mengenai kesehatan.
2.      Metode pembelajaran. Ajarkan kemampuan yg dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan. Menawarkan kesempatan untuk mendiskusikan masalah kesehatan dan menjelaskannya.
E.     REMAJA
1.      Kapasitas belajar. Remaja mengalami konflik antara perasaan kekanak2an tentang ketergantungan dan kebeasan sebagai orang dewasa, remaja paling baik belajar jika keberhasilan belajarnya segera dapat dirasakan.
2.      Metode pembelajaran. Membantunya untuk belajar mengenai perasaan dan kebutuhan untuk mengespresikan dirinya, menggunakan pendekatan pemecahan masalah untuk membantu remaja dalam mengambil keputusan.
F.     ORANG DEWASA
1.      Kapasitas belajar. Orang dewasa mengikuti pengajaran kesehatan karena klien takut tentang akibatnya, mengajarkan berjalan ketika orang dewasa menilai informasi yang diajarkan bermanfaat.
2.      Metode pembelajaran. Mendorong partisipasi dengan menetapkan target keberhasilan yg menguntungkan, mendorong belajar mandiri, dan memberikan informasi sehingga dapat memahami dampak masalah kesehatan.
G.    LANSIA
1.      Kapsitas  belajar. Seringkali terdapat penurunan dalam kepekaan visual dan auditor, perubahan sensori, keterbatasan mobilitas dan masalah koordinasi fisik mempengaruhi kapasitas belajar, dan tidak terjadinya penurunan intelegensia seiring dengan penambahan usia.

2.      Metode pembelajaran. Ajarkan ketika klien siap dan santai, melibatkan orang dewasa dalam diskusi/ aktivitas, fokus pada kesehatan dan kekuatan klien, dan berlaku pengajaran yang pendek.

REFERENSI : Sanjaya, Wina (2007). Stategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Bandung : Kencana

                   Potter &Perry.(2005). Fundamental Keperawatan.Jakarta :EGC

No comments:

Post a Comment

Komentar yang diharapkan membangun bagi penulis, semoga bermanfaat