Senin, 24 Desember 2012

Pengertian hipermagnesemia


a.       Pengertian hipermagnesemia
Hipermagnesemia mengacu pada konsentrasi mmagnesium serum lebih besar dari normal. Kadar magnesium serum dapat tampak tinggi dan menjadi palsu bila specimen darah dibiarkan mengalami hemolisis atau diambil dari ekstrimitas dengan turniket yang sangat ketat.
b.      Etiologi
Sejauh ini penyebab yang paling umum dari hipermagnesemia adalah gagal ginjal. Pada kenyataannya, pasien dengan gagal ginjal tahap lanjut mengalami setidaknya sedikit kenaikan kadar magnesium serum. Kondisi ini diperburuk ketika pasien ini mendapat magnesium untuk mengontrol kejang atau mendapat salah satu antacid komersial yang mengandung garam magnesium secara tidak disengaja.
c.       Patofisiologis
hipermagnesium
Peningkatan K+ dan Mg2+
Oliguria (penurunan jumlah urin)
Gagal ginjal
Penumpukan K+ dan Mg2+ (dalam darah)
 










d.      Manifestasi Klinis
Kenaikan akut kadar magnesium serum menekan system saraf pusat juga pertemuan neuromuskular perifer. Pada kadar yang meningkat ringan, terdapat kecenderungan untuk terjadi penurunan tekanan darah karena vasodilatasi perifer. Mual, muntah, kalsifikasi jaringan lunak, kemerahan pada wajah, dan sensasi hangat dapat juga terjadi.
Pada konsentrasi magnesium yang lebih  tinggi dapat terjadi letargi, kesulitan berbicara (disrtria), dan mengantuk. Reflex tendon profunda tidak terlacak dan dapat terjadi kelemahan otot serta paralisis. Pusat pernapasan tertekan bila kadar magnesium serum melebihi  10 mEq/liter. Koma dan hentti jantung dapat terjadi bila kadar magnesium serum sangat naik.

Mg 2+ serum (mEq/L)
Gejala dan tanda
1,5-2,5
Normal
3-5
Kemerahan di wajah dengan sensasi panas dan haus
Kelamahan otot
Menurunnya reflek tendon dalam
Mual dan muntah
5-9
Letargi,mengantuk
Vasodilatasi perifer, hipotensi
Meningkatnya kelemahan dan paralisis otot
Penyesuaian pernapasan
Tidak ada reflek tendon dalam
EKG : bradikardi, interval PR memanjang,
Gelombang T memuncak, kompleks QRS melebar
10-12
Koma
15-20
EKG : Blok jantung komplet
Henti jantung
Henti nafas

e.        Penatalaksanaan
Pengobatan terbaik untuk hipermagnesemia adalah pencegahn. Hal ini dapat di capai dengan tidak memberikan magnesium pada pasien dengan gagal ginjal dan dengan cermat memantau pasien yang sakit serius serta mendapat garam magnesium. Pada hipermagnesemia berat, semua garam magnesium parenteral dan oral dihentikan. Bila terdapat depresi pernapasan atau defektif konduksi jantung, tindakan kedaruratan seperti dukungan ventilator dan pemberian kalsium intravena diindikasikan. Hemodialisis dengan dialisat bebas magnesium adalah pengobatan efektif yang seharusnya menghasilkan kadar magnesium serum yang aman dalam beberapa jam. Diuretik dan larutan natrium klorida 0,45% meningkatkan ekskresi magnesium pada pasien dengan fungsi ginjal yang adekuat.
f.       Proses Keperawatan
1)      Pengkajian
a)  aktivitas/istirahat
                 gejala : kelemahan umum, insomnia, Ataksi, Vertigo
b)   Sirkulasi
       Tanda : takikardia, disritmia, hipotensi (vasodilatasi), kadang-kadang hipertensi
c)   Makanan dan cairan
                 Gejala : anoreksia, mual/muntah, diare
d)  Neurosensori
                 Gejala : parestesia (kaki, telapak kaki), vertilago
Tanda : nistagmus, fasikulasi/tremor musculoskeletal, peka rangsang/spastisitas  neuromuscular, spasme karpopedal spontan, hiperaktif reflex tendon dalam, klonus.Tetani, kacau mental ; tanda babinski, Chvostek, dan Trusseau positif.       Disorientasi, apatis, depresi, peka rangsang, agitasi, halusinasi/psikosis,  koma.
2)      Diagnosa keperawatan
Peningkatan volume cairan: Hipermagnesemia berhubungan dengan peningkatan masukan Mg2+ melalui obat-obatan dan makanan, serta penurunan kehilangan Mg2+.


3)      Intervensi
a.    Intervensi Keperawatan
a)      Ambil contoh untuk analisa laboratorium dari kadar magnesium yang sesuai
b)      Pantau kadar magnesium pasien
c)      Cek ketidakseimbangan elektrolit (hipermagnesemia)
d)     Pantau kekurangan intake magnesium
e)      Amati penyebab meningkatnya kadar magnesium
f)       Pantau gejala kardiopulmonar dari hipermagnesemia
g)      Ubah posisi untuk ventilasi
h)      Berikan resep kalsium klorida (10%) IV untuk menghilangkan efek pada neuromuscular
i)        Amati gejala CNS (center Nervous Saraf)
j)        Amati gejala neuromuscular (kelemahan, reflek dalam tendon)
k)      Berikan obat antocholinergic
l)        Atur bedrest dan batasi pergerakan
m)    Siapkan pasien untuk di dialysis
n)      Instruksikan pasien dan keluarga untuk merawat atau mengatasi hipermagnesemia
o)      Berikan kenyamanan untuk efek GI dari hipermagnesemia
b.      Monitoring Elektrolit
a)    Identifikasi kemungkinan yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit
b)   Pantau kadar serun elektrolit
c)    Pantau kehilangan cairan dan jumlah elektrolit dengan tepat
d)   Pantau perubahan gelombang EKG berhubungan dengan ketidaknormalan Mg2+
c.       Elektrolit Management
a)    Monitor ketidaknormalan cairan elektrolit
b)   Monitor manifestasi (gejala) ketidakseimbangan elektrolit
c)    Atur catatan kekuratan pemasukan dan pengeluaran
d)   Pantau respon pasien terhadap terapi elektrolit
4)      Evaluasi keperawatan
            Pada analisis laboratorium,kadar magnesium serum lebih tinggi dari 2,5 mEq/L atau 3,0 mg/dl (SI mmol/L). Temuan EKG menunjukkan perpanjangan interval QT dan blok AV.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa tinggalkan jejakk yaa...