Senin, 24 Desember 2012

Kwashiorkor


1.    Kwashiorkor
a.       Pengertian Kwashiorkor
Gejala yang dijumpai pada anak yang menderita kwashiorkor, diantaranya anak apatis, rambut kepala halus dan jarang, berwarna kemerahan kusam tidak hitam mengkilat seperti pada anak sehat pada umumnya, rambut ini seringkali sangat mudah dicabut tanpa rasa sakit oleh penderita. Kemudian mungkin terdapat udema, tetapi tidak selalu gejala ini terdapat, meskipun dianggap bahwa adanya oedema lebih memperkuat diagnosa kwashiorkor. (Djaeni, 2006).

b.      Etiologi
Kwashiorkor merupakan sindrom klinis akibat dari defisiensi protein berat dan masukan kalori yang tidak cukup. Dari kekurangan masukan atau dari kehilangan yang berlebihan atau kenaikan angka metabolik yang disebabkan oleh infeksi kronik, akibat defisiensi vitamin dan mineral dapat turun menimbulkan tanda-tanda dan gejala-gejala tersebut  membentuk malnutrisi yang paling serius dan paling menonjol di dunia saat ini terutama berada di daerah industri belum berkembang kwashiorkor berarti “anak tersingkir”, yaitu anak yang tidak lagi menghisap, dapat menjadi jelas sejak masa bayi awal sampai sekitar usia 5 tahun, biasanya sesudah menyapih dari ASI. Walaupun penambahan tinggi dan berat badan anak yang secara tetap bergizi-baik.
c.       Manifestasi Klinik
Bukti klinik awal malnutrisi protein tidak jelas tetapi meliputi letargi, apatis, atau iritabilitas. Bila terus maju, mengakibatkan pertumbuhan tidak cukup, kurang stamina, kehilangan jaringan muskular, bertambah kerentanan terhadap infeksi, dan udem. Immunodefisiensi sekunder merupakan salah satu dari manifestasi yang paling serius dan konstan. Misalnya, campak, penyakit yang relatif benigna anak gizi baik, dapat memburuk dan mematikan pada anak malnutrisi. Pada anak dapat terjadi anoreksia, kekenduran jaringan subkutan, dan kehilangan tonus otot. Hati membesar dapat terjadi awal atau lambat, sering adanya infiltrasi lemak. Udem biasanya terjadi awal, penurunan berat badan mungkin ditutupi oleh udem yang sering ada dalam organ dalam sebelum dapat dikenali pada muka dan tungkai. Aliran plasma ginjal, angka filtrasi glomerulus, dan fungsi tubulur ginjal menurun. Jantung mungkin kecil pada awal stadium penyakit tetepi biasanya kemudian membesar.
Sering ada dermatis. Penggelapan kulit tampakk pada daerah yang teriritasi, tetapi tidak ada pada daerah yang terpapar sinar matahari, berlawanan dengan keadaan pada Pellagra. Dispegmentasi dapat terjadi pada daerah ini sesudah desquamasi atau dapat generalisata, rambut sering jarang dan tipis dan kehilangan sifat elastisnya. Pada anak yang berambut hitam, dispegmentasi menghasilkan coret-coret merah atau abu-abu pada warna rambut (hipokromotricial). Anyaman rambut menjadi kasar pada penyakit kronik.
Infeksi dan investasi parasit sering ada, sebagaimana halnya anoreksia, muntah dan diare terus menerus, otot menjadi lemah, tipis dan atrofi. Tetapi kadang-kadang mungkin ada kelebihan lemak subkutan. Perubahan mental, terutama iritabilitas dan apati sering ada. Stupor, koma, dan meninggal dapat menyertai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa tinggalkan jejakk yaa...