Kamis, 23 Februari 2012

METODE PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Pendidikan kesehatan bagi klien sangat penting karena klien memiliki hak untuk mengetahui dan mendapat informasi tentang diagnosis, prognosis, pengobatan dan resiko yang dihadapinya. Perawat harus meyakinkan bahwa klien dapat menerima informasi yang diberikan secara cepat dan akurat untuk mempertahankan kesehatan yang optimal dalam memberikan pendidikan kesehatan harus disesuaikan dengan tumbuh kembang klien sehingga dapat di tentukan metode dan media yang tepat. Dalam memberikan  pendidikan kesehatan terkait dengan pemberian asuhan keperawatan harus memperhatikan aspek sosial budaya dan ekologi.

B.     Rumusan masalah

1.      Mahasiswa mampu memahami metode pmbelajaran
a.       Pengertian metode pembelajaran
b.      Metode ceramah
c.       Metode demonstrasi
d.      Metode diskusi
e.       Metode simulasi
2.      Mahasiswa amampu memahami media pembelajaran
a.       Pengertian media pembelajaran
b.      Kerucut pengelaman belajar  ”Edgar Dale”
c.       Fungsi dan manfaat media pembelajaran
d.      Macam-macam media berdasarkan sifat
e.       Macam-macam media berdasarkan jenisnya
f.       Macam-macam media berdasarkan kemampuan jangkaun
g.      Media penyuluhan kesehatan
3.      Mahasiswa mampu memahami pembelajaran tumbuh kembang klien
a.       Bagaimana tumbuh kembang bayi
b.      Bagaimana Tumbuh kembang balita
c.       Bagaimana Tumbuh kembang prasekolah
d.      Bagaimana Tumbuh kembang anak sekolah
e.       Bagaimana Tumbuh kembang remaja
f.       Bagaimana Tumbuh kembang dewasa
g.      Bagaimana Tumbuh kembang lansia
4.      Mahasiswa mampu memahami evaluai sistem pembelajaran
a.       Mampu memahami definiasi evaluasi
b.      Tujuan evaluasi
c.       Fungsi evaluasi
d.      Jenis evaluasi
e.       Metode evaluasi
5.      Mahasiswa Mampu memahami antropologi sosiologi
a.       Pengertian Antropologi
b.      Pengertian sosiologi
c.       Sosilogi kesehatan
6.      mahasiswa mampu memahami konsep dasar di tinjau dari kontinum sehat sakit
a.       Sehat sakit menurut model konseptual
b.      Konsep sehat
c.       Konsep sakit
d.      Range konsep sehat sakit
e.      Kontinum sehat dan kesehatan
f.        Variabel inter dan ekster yang mempengaruhi konsep sehat sakit

BAB II
METODE PEMBELAJARAN

A.    PENGERTIAN METODE PEMBELAJARAN
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun dapat tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisaikan strategi yang telah ditetapkan. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.
Berikut ini disajikan beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan startegi pembelajaran.

B.      METODE CERAMAH 
1.      Pengertian
Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Metode ceramah merupakan metode yang paling sering digunakan oleh setiap guru. Hail ini dikarenakan oleh beberapa faktor baik dari guru maupun siswa itu sendiri. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah. Metode ceramah merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.
2.      Kelebihan dan Kelemahan Metode Ceramah
a.      Kelebihan metode ceramah
1.       Ceramah merupakan metodeh yang ‘murah’ dan ‘mudah’ untuk dilakukan. Murah dalam hal ini dimaksudkan proses ceramah tidak memerlukan peralatan – peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah karena memang ceramah hanya mengandalkan suaru guru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang sangat rumit.
2.      Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok – pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
3.      Ceramah dapat memberikan pokok – pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok – pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
4.      Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena sepenuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
5.      Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan – persiapan yang rumit.
b.      Kekurangan metode ceramah yaitu:
1.      Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru.
2.      Ceramah yang tidak disertai oleh peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme. Hal ini dikarenakan dalam proses penyajiannya guru hanya mengandalkan bahasa verbal dan siswa hanya mengandalkan kemampuan auditifnya. Sedangkan, disadari bahwa setiap siswa memiliki kemanpuan yang tidak sama, termasuk dalam ketajaman menangkap materi melalui pendengarannya.
3.      Guru yang memiliki kemampuan bertutur yang kurang baik, ceramah sering dianggap sebagi metode yang membosankan oleh siswa. Sering terjadi, walaupun secara fisik siswa ada di dalam kelas, namun secara mental siswa tidak mengikuti sama sekali proses pembelajaran; pikirannya melayang kemana – mana, atau siswa mengantuk.
4.      Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengetahui/mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika siswa diberi kesempatan bertanya, dan tidak ada yang bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.

C.       METODE DEMONSTRASI
1.      Pengertian
Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu prose, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Metode demomstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret walaupun dalam prosesnya siswa cenderung hanya sekedar memperhatikan. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasialan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.


2.      Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi
a.       Metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, di antaranya :
1.      Melalui demonstrasi terjadinya verbalisme dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
2.      Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
3.       Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membangdingkan antara teori dan kenyataan.
b.      kelemahan, di antaranaya:
1.       metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa adanya persiapan demonstrasi bisa gagal dan menyebabkan metode ini tidak efektif.
2.      Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan – bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.

D.      METODE DISKUSI
1.      Pengertian
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu pemasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahauan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998). Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama – sama.
2.      Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi
a.       Ada beberapa kelebiahan dari metode diskusi, di antaranya :
1.      Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif khususnya dalam memeberikan gagasan atau ide – ide.
2.      Dapat melatih siswa untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
3.      Dapat melatih siswa untuk dapat melatih mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal. Selai itu, siswa juga lebih terlatih untuk menghargai pendapat orang lain.
b.      Selain beberapa kelebihan, metode diskusi juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya :
1.      Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara.
2.       Kadang – kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
3.       Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
4.       Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional dan tidak terkontrol. Akibatnya, kadang – kadang ada pihak yang merasa tersinggung, sehingga dapat mengganggu iklim pembelajaran.
c.       Jenis – Jenis Diskusi
1.      Diskusi Kelas. Diskusi kelas atau disebut juga diskusi kelompok adalah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi. Prosedur yang digunakan dalam diskusi ini yaitu : pertama, guru membagi tugas sebagai pelaksana diskusi, misalnya siapa yang akan jadi moderator, siapa yang menjadi penulis. Kedua, sumber masalah (guru, siswa, atau ahli tertentu dari luar) memaparkan masalah yang harus dipecahkan selam 10 – 15 menit. Ketiga, siswa diberi kesempatan untuk menanggapi permasalahan setelah dipersilahkan oleh moderator. Keempat, sumber masalah memberi tanggapan, dan kelima, moderator menyimpulkan hasil diskusi.
2.      Diskusi Kelompok Kecil. Diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok – kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 3 – 5 orang. Pelaksanaanya dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi – bagi ke dalam submasalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan masalah hasil diskusinya
3.      Simposium. Symposium adalah metode mengajar dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai sudut pandang berdasarkan keahlian. Symposium dilakukan untuk memberikan wawasan yang luas kepada siswa. Setelah para penyaji memberikan pandangannya tentang masalah yang dibahas, maka symposium diakhiri dengan pembacaan kesimpulan hasil kerja tim perumus yang telah ditentukan sebelumnya.
4.      Diskusi Panel. Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri dari 4 – 5 orang dihadapan audiens. Diskusi panel berbeda dengan beberapa diskusi lainnya


E.     METODE SIMULASI
1.       Pengertian
Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura – pura atau berbuat seakan – akan. Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan sebagai cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami suatu konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.
2.      Kelebihan dan Kekurangan Metode Simulasi.
a.       Seperti dengan metode – metode sebelumnnya, metode simulasi juga memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
1.       Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja.
2.      Simulasi dapat mengembangkan kreatifitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peran sesuai dengan topik yang disimulasikan.
3.      Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.
4.       Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis.
5.      Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
b.      Di samping memiliki kelebihan, metode simulasi juga memiliki kekurangan, di antaranya:
1.      Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
2.      Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan.
3.      Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
4.      pendengar sering menertawakan pemeran, sehingga memecah konsentrasi.
3.        Jenis – Jenis Simulasi.
a.       Simulasi terdiri atas beberapa jenis, di antaranya:
1.  Sosiodrama. sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga otoriter, dan lain sebagainya. Sosiodrama digunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan akan masalah – masalah sosial serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya.
2.  Psikodrama. Psikodrama adalah metode pembelajaran dengan bermai peran yang bertitik tolak dari permasalahan – permasalahan psikologis. Psikodrama bisanya digunakan untuk terapi, yaitu agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya, menemukan konsep diri, menyatakan reaksi terhadap tekanan – tekanan yang dialaminya.
3.  Role Playing. Role Playing atau bermanin peran adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa – peristiwa aktual, atau kejadian – kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang.



BAB III
MEDIA PEMBELAJARAN

A.    PENGERTIAN MEDIA
1.    Menurut AECT ( association for education and communication technology), media yaitu segala benda yang dapat dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.
2.    Menurut NEA (national education association ), media adalah segala benda yang dapat dimanipulasi , dilihat, didengar, dibaca, atau dibincangkan besrta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
3.    Menurut garge media adalah sebagai komponen sumber yang dapat   merangsang terjadinya proses belajar.
4.    Menurut miarso media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada peserta didik.
5.    Media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’ (Arsyad, 2002; Sadiman, dkk., 1990).
Dari beberapa definisi diatas secara garis besar dapat disimpulkan bahwa “ media adalah suatu perantara yang dapat digunakan untuk mengantarkan pesan yang dapat merangsang pikiran , perasaan, perhatian, dan kemampuan klien sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri klien”.




B.     KERUCUT  PENGALAMAN  BELAJAR  “EDGAR DALE”

Kerucut Pengalaman Dale.
Dale berkeyakinan bahwa symbol dan gagasan yang abstrak dapat lebih mudah dipahami dan diserap manakala diberikan dalam bentuk pengalaman konkrit. Kerucut pengalaman merupakan awal untuk memberikan alasan tentang kaitan teori belajar dengan komunikasi audiovisual.
1.      Pengalaman Langsung (Direct รข€“ Purposeful Experiences). Dasar dari pengalaman kerucut Dale ini adalah merupakan penggambaran realitas secara langsung sebagai pengalaman yang kita temui pertama kalinya. Ibarat ini seperti fondasi dari kerucut pengalaman ini, dimana dalam hal ini masih sangat konkrit.Dalam tahap ini pembelajaran dilakukan dengan cara memegang, merasakan atau mencium secara langsung materi pelajaran. Maksudnya seperti anak Taman Kanak-Kanak yang masih kecil dalam melakukan praktik menyiram bunga. Disini anak belajar dengan memegang secara langsung itu seperti apa, kemudian menyiramkannya kepada bunga.
2.      Pengalaman Tiruan (Contrived Experiences). Tingkat kedua dari kerucut ini sudah mulai mengurangi tingkat ke-konkritannya. Dalam tahap ini si pebelajar tidak hanya belajar dengan memegang, mencium atau merasakan tetapi sudah mulai aktif dalam berfikir. Contohnya seperti seorang pebelajar yang diinstruksikan membuat bangunan atau gedung. Disini pebelajar tidak membuat gedung sebenarnya melainkan gedung dalam artian suatu model atau miniature dari gedung yang sebenarnya.
3.      Dramatisasi (Dramatized Experiences). Kita tidak mungkin mengalami langsung pengalaman yang sudah lalu. Contohnya seperti pelajaran sejarah. Apakah kita mengalami lansung sejarah itu? Tentu tidak. Maka dari itu drama berperan dalam hal ini. Sejarah yang kita pelajari bisa kita jadikan drama untuk pembelajaran. Mengapa drama? Karena dengan drama si pebelajar dapat menjadi semakin merasakan langsung materi yang dipelajarkan. Jika kita bisa membagi dua bagian ini, maka bagian akan terbagi menjadi partisipasi dan observasi. Partisipasi merupakan bentuk aktif secara langsung dalam suatu drama, sedangkan observasi merupakan pengamatan, seperti menonton atau mengamati drama tersebut.
4.      Demonstrasi (Demonstrations). Demonstrasi disini merupakan gambaran dari suatu penjelasan yang merupakan sebuah fakta atau proses. Seorang demonstrator menunjukkan bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Misalnya seperti seorang guru kimia yang mendemonstrasikan bagaimana hydrogen bisa terpisah dari oksigen dengan menggunakan elektrolisis. Atau seorang guru matematika yang mendemonstrasikan bagaimana menghitung dengan menggunakan sempoa.
5.      Karya Wisata (Field Trip). Jika kita berkarya wisata, biasanya kita melihat kegiatan apa yang sedang dikalukan orang llain. Dalam karya wisata ini pebelajar mengamati secara langsung dan mencatat apa saja kegiatan mereka. Pebelajar lebih mengandalkan pengalaman mereka dan pemelajar tidak perlu memberikan banyak komentar, biarkan mereka berkembang sendiri.
C.    FUNGSI  DAN  MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Fungsi. Sadiman, dkk (1990) menyampaikan fungsi media (media pendidikan) secara umum, adalah sebagai berikut:
a.    memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual;
b.    mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar, slide, dsb., peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film, video, fota atau film bingkai;
c.    meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri   berdasarkan minat dan kemampuannya, dan mengatasi sikap pasif siswa;
d.   memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran.
2.      Manfaat
a.       dapat memperjelas penyajian pesan atau informasi sehingga dapat memperlancar dan menigkatkan proses belajar dan hasil belajar.
b.      dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian klien sehingga menimbulkan motivasi belajar.
c.       mengatasi indera , ruang , dan waktu.




D.    MACAM-MACAM MEDIA BERDASARKAN SIFAT
1.      Media hasil teknologi cetak. Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui prosespercetakan mekanisatau photografis.Kelompok media hasil teknologi cetak antara lain: teks, grafik, foto atau representasi fotografik.
2.      Media hasil teknologi audio-visual. Teknologi audi-visual cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar.
3.      Media hasil teknologi yang berdasarkan computer. Teknologi berbasis computer merupakan cara menghasilka atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis micro-prosesor. Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran ummumnya dikenalsebagai computer assisted instruction.
4.      Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi computer. Teknologi gabungan adalah cara unntukmenghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel(alat-alat tambahan), seperti: vidio disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.



E.     MACAM-MACAM MEDIA MENURUT JENISNYA
1.     Media auditif. Media yang hanya mengandalkan suara saja seperi radio, kaset rekoorder, peringan hitam. media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan pendengaran
2.    Media visual. Media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip, slides, foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.
3.    Media audio visual. Media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunya kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.
Media ini dibagi dalam:
a.        Audio visual murni yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar derasal dari satu sumberseperti video kaset.
b.       Audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Misalnya filmbingkai suara yang unsur gambarnya berasal dari slides proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder.
F.     MACAM-MACAM MEDIA MENURUT KEMAMPUAN JANGKAUAN
1.    media dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkaujumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama.seperti radio dan televisi serta internet.
2.    Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film sound slides film rangkai, yang harus menggunakan empat tertutupdan gelap.
3.    Media untuk pembelajaran invidual. Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri.termasuk media ini adalh modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
G.    MEDIA PENYULUHAN KESEHATAN
Yaitu media yag digunakan untuk menyampaikan pesan kesehatan karena alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan kesehatan bagi masyarakat yang dituju.
Menurut notoatmojo(2005), media penyuluhan didasarkan cara produksinya:
a.    Media cetak : suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual.
b.    Booklet adalah suatu media untuk menyampaikan pesan kesehatan dan bentuk buku , baik tulisan ataupu gambar.
c.    Leaflet adalah bentuk penyampaian informasi melalui lembar yang dilipat. Isi informasi dapat berupa kalimat maupun gambar.
d.   Selebaran adalah bentuk informasi yang berupa kalimat maupun kombinasi.
e.    Flip chart adalah media penyampaian pesan atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar baik berisi gambar dan baliknya berisi pesan yang berkaitan dengan gambar tersebut.
f.     Rubrik atau tulisan pada surat kabar mengenai bahasan suatu masalah kesehatan.
g.    Poster adalah bentuk media cetak berisi pesan kesehatan yang biasanya ditempel di tempat umum.
h.    Foto yang mengungkap informasi kesehatan yang berfungsi untuk memberikan informasi atau menghibur.
i.      Media elektronik yaitu suatu media bergerak dan dinamis , dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika.
Ada pun macam media elektronik tersebut:
1)      Televisi
2)      Radio
3)      Vidieo
4)      Slide
5)      Film
j.        Luar ruangan yaitu media yang menyampaikan pesannya diluar ruangan secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis:
1)      Pameran
2)      Banner
3)      TV layar lebar
4)       Spanduk
5)      Papan reklame








BAB IV
 METODE PEMBELAJARAN TUMBUH KEMBANG KLIEN
A.     BAYI
1.      Kapasitas belajar. Bayi mengandalkan orang tuanya untuk pemenuhan kebutuhan dasar, belajar untuk mempercayai orang dewasa, dan memahami lingkungan melalui perasaan.
2.      Metode pembelajaran. orang tua memperhatikan rutinitas secara konsisten, menggendong bayi dengan lembut serta berbicara dengannya, dan buat bayi menyentuh testur  benda yang  berbeda.
B.     BALITA
1.      Kapasitas belajar. Balita belajar untuk memahami kata2 dan ekspresi perasaaan secara verbal, belajar dengan benda2 dan memahami lingkungan dengan bermain.
2.      Metode pembelajaran. Menggunakan permainan untuk mengajarkan (mis. Memberikan permainan pemeriksaan, membalut boneka), menawarkan buku gambar yang ada cerita anak masuk ke rumah sakit, menggunakan kata2 yg sederhana agar mudah dimengerti.
C.     PRASEKOLAH
1.      Kapasitas belajar. Anak prasekolah menggunakan bahasa tanpa memahami makna kata, selama bermain anak itu lebih ke tindakan dari pada ucapan dan mengajukan pertanyaan menggikuti gaya orang dewasa.
2.      Metode pembelajaran. Gunakan metode simulus, peniruan dan permainan untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan, mendorong anak untuk mengajukan pertanyaan, dan mendorong anak untuk belajar bersama melalui cerita2  bagaimana melakukan kesehatan.
D.    ANAK USIA SEKOLAH
1.      Kapasitas belajar. Anak berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebaya di luar, mulai mendapatkan kemampuan mental dan anak menjadi ingin lebih tahu dan banyak bertanya mengenai kesehatan.
2.      Metode pembelajaran. Ajarkan kemampuan yg dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan. Menawarkan kesempatan untuk mendiskusikan masalah kesehatan dan menjelaskannya.
E.     REMAJA
1.      Kapasitas belajar. Remaja mengalami konflik antara perasaan kekanak2an tentang ketergantungan dan kebeasan sebagai orang dewasa, remaja paling baik belajar jika keberhasilan belajarnya segera dapat dirasakan.
2.      Metode pembelajaran. Membantunya untuk belajar mengenai perasaan dan kebutuhan untuk mengespresikan dirinya, menggunakan pendekatan pemecahan masalah untuk membantu remaja dalam mengambil keputusan.
F.     ORANG DEWASA
1.      Kapasitas belajar. Orang dewasa mengikuti pengajaran kesehatan karena klien takut tentang akibatnya, mengajarkan berjalan ketika orang dewasa menilai informasi yang diajarkan bermanfaat.
2.      Metode pembelajaran. Mendorong partisipasi dengan menetapkan target keberhasilan yg menguntungkan, mendorong belajar mandiri, dan memberikan informasi sehingga dapat memahami dampak masalah kesehatan.



G.    LANSIA
1.      Kapsitas  belajar. Seringkali terdapat penurunan dalam kepekaan visual dan auditor, perubahan sensori, keterbatasan mobilitas dan masalah koordinasi fisik mempengaruhi kapasitas belajar, dan tidak terjadinya penurunan intelegensia seiring dengan penambahan usia.
2.      Metode pembelajaran. Ajarkan ketika klien siap dan santai, melibatkan orang dewasa dalam diskusi/ aktivitas, fokus pada kesehatan dan kekuatan klien, dan berlaku pengajaran yang pendek.











BAB V
EVALUASI SISTEM PEMBELAJARAN
A.    PENGRTIAN EVALUASI
Evaluasi merupakan penilaian terhadap sejumlah imformasi yang diberikan untuk tujuan yang telah ditentukan( perry&potter,2005).
B.     TUJUAN
1.      Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa.
2.      Mengetahui proses pendidikan dan pengajaran.
3.      Menentukan tindak lanjut hasil penelitian.
4.      Memberikan pertanggung jawaban dari pihak sekolah.
C.    FUNGSI
1.      Selektif.
2.      Diagnostic (mengetahui kelemahan dan penyebab kegagalan peserta didik).
3.      Penampatan (mengelompokkan individu dalam satu bidang sesuai kemampuan.
4.      Sebagai pengukur keberhasilan untuk mengetahui sejauh mana program berhasil dilakukan.
D.    JENIS EVALUASI
1.      Evaluasi berdasarkan waktu pelaksanaan.
a.       Tes formatif ( untuk melihat kemajuan belajar yang telah dicapai)
b.      Tes sumatif ( untuk memperoleh informasi mengenai penguasaan pelajaran yang telah direncanakan)
c.       Tes menampatan ( untuk mengklarifikasi individu kedalam suatu bidang sesuai kemampuan)
d.      Tes diagnostic ( untuk mengidentifikasi kelemahan dan kesukaran dalam belajar untuk diperbaiki)
2.      Evaluasi berdasarkan pendidikan kesehatan
a.       Evaliasi belajar klien ( evaluasi kognitif). Evaluasi yang dilakukan selama proses dan akhir membelajaran, proses evaluasi ini seperti evaluasi terhadap pencapaian tujuan untuk diagnosis keperawatan lain.
b.      Evaluasi mengajar intervensi keperawatan. Baik perawat maupun klien sama-sama mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilakukan.klien dapat memberikan evaluasi kepada perawat apa yang telah membantunya.
Evaluasi ini harus mencakup pertimbangan semua factor, yaitu:
*      Waktu
*      Strategi mengajar
*      Jumlah imformasi
*      Tujuan mengajar
c.       Evaluasi aspek psikomotor
Evaluasi ini dapat dilakukan dengan mengobservasi bagaimana klien prosedur(seperti memendikan bayi premature dirumah ). Evaluasi sikap biasanya diukur dengan skala sikap, kemudian perawat memodifikasi perencanaan penbelajaran bila tujuan tidak dicapai.
3.      Evaluasi berdasarkan domain
a.       Domain kognitif.
b.      Domain afiktif.
c.       Domain psikomotor.


E.     Metode evaluasi
1.      Metode observasi. Metode observasi adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi penampilan psikomotor yaitu sikap prilaku, interaksi,  baik verbal maupun non verbal. Penggunaan metode observasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang dan penghantar mengamat.
Observasi perlu didukung dengan perangkat evaluasi berupa:
a.       Kejelasan aspek yang diobservasi dan pemberian nilai(scoring)
b.      Pemberian umpan balik( feedback) dilakukan segara setelah observasi dilaksanakan disertai proses diskusi.
2.      Metode tertulis. Metode tertulis digunakan untuk mengevaluasi kemampuan kognitif, yaitu pada jenjang aplikasi dan pemecahan masalah          ( problem solving) melalui proses analisis sintesis dan dilaksanakan dengan cara memberikan hasil rangkaian kegian dalam melakukan asuhan keperawatan berupa laporan tetulis.
Bahan evaluasi dapat berupa hal-hal sbb:
a.       Rencana keperawatan
b.      Laporan studi kasus
c.       Laporan proses keperawatan
d.      Rencana pendidikan kesehatan
e.       Catatan studi obat.
3.      Metode lisan. Metode evaluasi secara lisan atau oral dimaksudkan untuk terjadi Tanya jawab dan dialog terhadap pertanyaan yang diajukan oleh penguji.


Secara spesifik metode ini dilakukan pada saat-saat sbb:
a.       Saat membimbing melakukan validasi terhadap data yang dikumpulkan dalam penyusunan rencana asuhan keperawatan.
b.      Menilai alasan  ( justifikasi) yang digunakan untuk melakukan tindaakan.
c.       Menilai kemampuan mahasiswa terhadap perkembangan khusus. 
Contoh: wawancara.
4.      Demtrasi keterampilan
Demtrasi keterampilan dibagi 3 yaitu:
a.       OSCE ( objective structured clinical examination)
b.      OSPE ( objective structured practical examination)
c.       OSOPE ( objective structured oral case  examination)










BAB VI
ANTRHOPOLOGI DAN SOSIOLOGI KEPERAWATAN
A.  PENGERTIAN ANTRHOPOLOGI MENURUT PARA AHLI
1.    Wiliam A. Havilland Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman.
2.      David Hunter Anthropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
3.      Koentjaranigrat Anthropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
4.      SolitaSarwono Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan.
5.      Foster / Anderson Antropologi Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua kutub yang berbeda yaitu kutub biologi  dan kutub social budaya.
6.      Weaver Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit.
7.      Hasan dan Prasad Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia.
8.      Hochstrasser Anthropologi kesehatan adalah pemahaman biologi budaya manusia dan karya-karyanya yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan.
9.      Lieban Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena medis.
10.  Fabrega Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan di dalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan kelompok-kelompok terkena oleh  atau berespons terhadap sakit dan penyakit. Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap pola-pola tingkah laku. (Fabrga, 1972;167)
11.  Rudolf Virchow Ilmu mengenai manusia yang sehat maupun yang sakit, maka apa pula ilmu yang merumuskan hukum-hukum sebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren dalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur social yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit,  maka kedokteran dapat ditetapkan sebagai antropologi.
12.  Adam Berbagai studi yang respektatif tentang program-program lintas budaya dan program kesehatan.
13.  M.J. Herskovits Antropologi secara etimologis berasal dari bahasa Yunani. Kata Anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi, antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia.
14.  HochstrasserdanTapp Antropologi Kesehatan adalah  pemahaman biologi budaya manusia dan karya-karyanya,  yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan.

Berdasarkan definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa antropologi kesehatan adalah :
a.       Antropologi adalah studi tentang kesehatan manusia berupa pencegahan, pengobatan, dan penyembuhan penyakit baik masa lalu maupun masa kini yang berhubungan dengan cultural dan biologis dan melibatkan berbagaimacam disiplin ilmu (interdisipliner).
b.      Mendefinisi secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam  masalah tentang hubungan timbal-balik biobudaya, antara tingkah laku manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat kesehatan dan penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari pengetahuan tersebut.
c.       Partisipasi professional mereka dalam program-program yang bertujuan memperbaikiderajat kesehatan melalui pemahaman yang lebih besar tentang hubungan antara gejala bio-sosial-budaya dengan kesehatan, serta melalui perubahan tingkah laku sehat kearah yang diyakini akan meningkatkan kesehatan yang lebih baik.
B.     PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT PARA AHLI
1.      Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal-balik antara anekamacam gejala sosial.
2.      Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok
3.      William F. Ogburndan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
4.      J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
5.      Max Webe Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
6.      Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemard Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
7.      Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
8.      SoejonoSukamto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
9.      William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
10.  Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang.
11.  Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.
12.  A.W.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.
13.  Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkahlaku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
14.  M.Z.Lawan Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, berharga, dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.
15.  Aguste Comte Sosiologi sebagai cabang ilmu sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuan perancis, sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di eropa.
16.  Emile Durkheim Emile memperkenalkan pendekatan fungsi onalisme yang berupa menulusuri fungsi sebagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
C.    SOSIOLOGI KESEHATAN
Menurut Mechanic  tugas medis hanya dapat dilaksanakan secara efektif manakala yang dipertimbangkan baik faktor biologis maupun faktor sosial dan psikologis. Mulai dikajinya peran faktor sosial-budaya dalam keberhasilan pelaksanaan tugas medis menjadi dasar bagi tumbuh dan berkembangnya sosiologi medis.
Menurut Wilson sosiologi mengenai kesehatan adalah pengamatan dan analisis dengan mengambil jarak, yang terutama dimotivasi oleh suatu masalah sosiologi,  sedangkan sosiologi dalam kesehatan adalah penelitian dan pengajaran yang lebih bercirikan keintiman, terapan dan kebersamaan yang terutama didorong oleh adanya masalah kesehatan.
 Menurut Wolinsky orientasi para ahli sosiologi kesehatan lebih tertuju pada masalah kesehatan, bukan pada masalah sosiologi sehingga sosiologi kesehatan cenderung miskin teori.
Dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan:
Sosiologi kesehatan adalah ilmu terapan sosial yang membahas tentang perilaku kesehatan, pengaruh norma social terhadap perilaku kesehatan, serta interaksi antar petugas kesehatan (dokter dengan petugas kesehatan lainnya) dan antara petugas kesehatan dengan masyarakat.

BAB VII
KONSEP DASAR KESEHATAN DITINJAU DARI KONTINUM SEHAT-SAKIT
A.    SEHAT-SAKIT MENURUT MODEL KONSEPTUAL
Newman meninjau bahwa kesehatan berhubungan dengan sehat menjadi sakit atau penyakit bersifat dinamis. Newman mengatakan bahwa kesehatan adalah hasil yang tidak dapat ditemui dan bersifat pasti. Klien bersifat dinamis didalam sehat-sakitnya yang berubah disetiap waktu.
B.     KONSEP SEHAT
1.      DefinisiSehat :
a.       Menurut WHO (1974) kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik, mental, sosial bukan hanya bebas dari penyakit cacat atau kelemahan.
b.      Nightingale mendefinisikan sehat sebagai suatu keadaan ‘’sejahtera dan menggunakan setiap kekuatan yang dimiliki individu hingga tingkat tertinggi’’ (Nigtingale, 1969 [1860])
c.       American Nurses Association (ANA) mendefinisikan sehat dalam pernyataan kebijakan sosial mereka sebagai ’’suatu kondisi dinamis manusia yang mencapai potensi perkembangan dan perilaku individu hingga tingkat yang setinggi mungkin’’(ANA,1980,hlm.5)
2.   KarakteristikSehat
Sehatmengandung 3 karakteristik :
a.       Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia.
b.      Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal.
c.       Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.
Sehat bukan merupakan suatu kondisitetapi merupakan penyesuaian, bukan merupakan suatu keadaan tapi merupakan proses.Proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap lingkungan sosialnya.
3.   Faktor yang mempengaruhi statuskesehatan
a.      Status perkembangan. Status kesehatan dapat di pengaruhi oleh factor perkembaanngan yang mmempunyai arti bahwa perubahan status kesehatan dpat ditentukan oleh factor usia dalam hal ini adalah pertumbuhann dan perkembnagna, mengingat proses perkembangan itu dimulai dari usia bayi sampai usia lanjut yang memiliki pemahaman dan respon terhadap perubahan kesehatan yang berbeda-beda. Contoh perubahan status kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh perkembangan adalah pada bayi atau anaak-anak yng tahap perkembangannya belum mencapai kematangan, maka status kesehatannya sangat rentan terhadap berbagai peenyakit. Bayi dan anak-anak mudah sekali terkena penyakit apabila di bandingkan dengan orang dewasa yang sudah memiliki perkembangan yang matang. Demikian juga pada usia lanjut dimana semua daya imunitas akann menurun, maka akan mempengaruhi status kkesehatan sehingga orang yang lanjut usia akann rentang sekali terhadap penyakit dan mudah tejadi perubahan status kesehatan.
b.      Pengaruh sosial dan kultural. Sosial dan cultural juga dapat proses perubahan status keehatan seseorang karena akan mempengaruhi pemikiran atau keyakinan sehingga dapat  menimbulkan perubahan dalam status kesehatan. Contohnya seseorang yang memiliki lingkungan tempat tinggal yang kotor namun jarang terjadi penyakit pada lingkungan itu, maka akan timbul anggapan bahwa mereka dalam keadaan sehat, demikian juga seseorang yang memiliki social ekonomi rendah akan berespons baik ketika mengalami penyakit flu dan menganggap hal tersebut tidak menjadi masalah, akan tetapi apabila penyakit flu tersebut terjadi pada seseorang dengan social ekonomi tinggi, maka hal tersebut akan mempengaruhi proses kesehatannya sehingga dianggap sebagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu dirinya dalam kehidupan.
c.       Pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Hal ini dapat diketahui jika ada pengalaman kesehatan yang tidak inginkan atau penagalaman kesehatan yang buruk sehingga berdampak besar dalam status kesehatan selaanjutnya. Contoh seseoranng yang peernah mengalami diare, karena pengalaman masa lalu yang salah dalam mengatasi diare yang menyebabkan dirinya masuk rumah sakit, maka dalam kehidupannya sehari-hari seoraang tersebut akann selalu berupaya untuk tidak mengulangi pengalaman masa lalunnya dengan mencegah hal-hal yang dapat menyebebbkan diare.
d.      Harapan sesorang tentang dirinya. Harapan merupakan salah satu bagian yang penting dalam menetapkan perubahan status kesehatan kearah yang optimal. Harapan harapan dapaytt menghasilkan status kesehatan ketingkat yang lebih baik secara fisik maupun psikologis, karena melalui harapan akan timbul motifasi bergaya hidup sehat dan selalu menghindari hal-hak yang yang dapat membpenngaruhi status kesehatan dirinya.
e.       Keturunan. Keturunan juga memberikan pengaruh terhadap status kesehatan seseorang mengingat potensi perubahan status kesehatan  telah dimiliki melalui factor genetic, walaupun tidak terlalu besar tetapi akan mempengaruhi respon terhadapberbagai pennyakit.
f.       Lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik seperti sanitasi lingkungan, kebersihan diri, tempat pembuangan air limbah atau kotoran serta rumah yang kuranng memenuhi persyaratan kesehatan sehingga dapat mempengaruhi prilaku hidup sehat yang dapat merubah status kesehatan.
g.      Pelayanan. Pelayanan kesehatan dapat berupa tempat pelayanan atau system pelayanan yang dapat mempengaruhi status kesehatan. Hal ini dapat dijumpai apabila tempat pelayanan kesehatan terlalu jauh atau kualitas dalam memberikan pelayanan kurang baik, maka dapat mempengaruhi seseorang dalam berperilaku hidup sehat.
Faktor lain yang berhubungan dengan diri sendiri, yaitu :
1.      Bagaimana individu menerima dirinya dengan baik/secara utuh.
2.      Self Esleem (harga diri), Body Image (gambaran diri), kebutuhan, peran dan kemampuan.
C.    KONSEP SAKIT
1.   DefinisiSakit
Sakit adalah suatu keadaan dimana fungsi fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan, atau spiritual seseorang berkurang atau terganggu bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya (potter &perry, 2005)
BAUMAN(1965). Seseorang menggunakan3 kriteria untuk menentukan apakah mereka sakit atau tidak, yaitu :
a.      Adanya gejala, misalnya naiknya temperatur, nyeri.
b.      Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan, seperti baik, buruk, dan sakit.
c.       Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari misalnya bekerja , sekolah.
2.   Tahapan sakit
Tahapan Proses sakitmenurutAlimul Aziz (2004) :
a.       Tahapgejala
b.      Tahapasumsiterhadapsakit
c.       Tahapkontakdenganpelayanankesehatan
d.      Tahapketergantungan
e.       Tahappenyembuhan
Menurut Suchman tahapansakitterbagi menjadi 5 tahap yaitu :
a.       Tahap Transisi : individu percaya bahwa ada kelainan dalam tubuh ; merasa dirinya tidak sehat/ merasa timbulnya berbagai gejala merasa adanya bahaya.Mempunyai 3 aspek :
1.      secara fisik : nyeri, panas tinggi.
2.      Kognitif : interprestasi terhadap gejala.
3.      Respons emosi terhadap ketakutan / kecamasan.
b.      Tahap asumsi terhadap peran sakit (sick Role).
c.       Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan 3tipe informasi :
1.      Validasi keadaan sakit.
2.      Penjelasan tentang gejala yang tidak dimengerti.
3.      Keyakinan bahwa mereka akan baik.
d.      Tahap ketergantungan
e.       Tahap Penyembuhan
DampakSakitPadaKliendanKeluarga
1.      Perubahanperilakudanemosi
2.      Dampaksakitpadaperankeluarga
3.      Dampakpadacitratubuh
4.      Dampakpadakonsepdiri
5.      Dampakpadadinamikakeluarga
D.    RANGE KONSEP SEHAT SAKIT (AZIZ ALIMUL H, 2004)
                        Rentang Sehat                         Rentang Sakit
 

Sejahtera       Sehat       Sehat         setengah           sakit          sakit       mati
                     sekali      normal         sakit                                  kronis
Keterangan :
Kesehatan (Wellness) adalah “suatu keseimbangan dimensi kebutuhan manusia yang berbeda secara terus-menerus spiritual, social, emosional, intelektual, fisik, okupasional, dan lingkungan” (Ansspaugh, Hamrick, danRosta, 2000 dalamKozier et al (2007) Kesejahteraan adalah suatu persepsi subjektif akan keseimbangan, harmoni, dan vitalitas.
E.        KONTINUM SEHAT DAN KESEHATAN (KOZIER ET AL, 2007)
1.      Sehat fisik. Ukuran tubuh, ketajaman sensorik, kerentangan terhadap penyakit, fungsi tubuh, kebugaran fisik, dan kemampuan sembuh.
2.      Sehat intelektual. Kemampuan untuk berfikir jernih dan menganalisis secara kritis untuk memenuhi tantangan hidup.
3.      Sehat sosial. Kemampuan untuk memiliki hubungan interpersonal dan interaksi dengan orang lain yang memuaskan.
4.      Sehat emosional. Ekspresi yng sesuai dan kontrol emosi; harga diri, rasa percaya dan cinta.
5.      Sehat lingkungan. Penghargaan terhadap lingkungan eksternal dan peran yang dimainkan seseorang dalam mempertahankan, melindungi, dan memperbaiki kondisi lingkungan.
6.      Sehat spritual. Keyakinan terhadap Tuhan atau cara hidup yang ditentukan oleh agama; rasa terbimbing akan makna atau nilai kehidupan.
F.       VARIABEL INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI KONSEP SEHAT-SAKIT (POTTER DAN PERRY, 2005)
1.      Variabel internal
a.      Tahap perkembangan. Perawat harus mempertimbangkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan klien pada saat perawat menggunakan keyakinan terhadap kesehatan dan cara klien melaksanakannya sebagai dasar dalam membuat rencana keperawatan. Contoh: seorang anak belum mampu untuk mengenal penyakit serius dan mereka masih perlu untuk turut berpartisipasi dalam rencana pengobatan atau untuk mengembangkan kebiasaan tertentu untuk mencegah terjadinya penyakit.
b.      Latar belakang intelektual. Keyakinan seseorang terhadap kesehatan sebagian terbentuk oleh variabel intelektual, yang terdiri dari pengetahuan(atau informasi yang salah) tentang berbagai fungsi tubuh dan penyakit, latar belakang pendidikan, dan pengalaman di masa lalu. kemampuan kognitif akan membentuk cara berpikir seseorang, termasuk membentuk kemampuan untuk memahami faktor-faktor yang berkaitam dengan penyakit dan menggunakan pengetahuan tentang kesehatan dan penyakit yang dimilikinya untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Seorang perawat perlu mempertimbangkan latar belakang intelektual saat ia berusaha untuk memahami keyakinan klien tentang kesehatan dan cara klien melaksanakan kesehatan sehingga varibel ini dapat diaplikasikan dalam asuhan keperawatan (Edelman dan Mandle,1994dalam Potter dan Perry, 2005).
c.       Persepsi tentang fungsi. Cara seseorang merasakan fungsi fisik akan berakibat pada keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakannya. Contoh : seorang dengan kondisi jantung yang kronik merasa bahwa tingkat kesehatan mereka berbeda dengan orang yang tidak pernah mempunyai masalah kesehatan yang berarti. Akibatnya, keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakan kesehatan pada masing-masing orang cenderung berbeda-beda.
d.      Faktor emosional. Faktor emosional mempengaruhi keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakannya. Seseorang yang mengalami respons stress dalam setiap perubahan hidupnya cenderung berespons terhadap berbagai tanda sakit, mungkin dilakukan dengan cara mengkhawatirkan bahwa penyakit tersebut dapat mengancam kehidupan. Contoh : Seseorang yang memiliki reaksi emosional yang berlebihan, yang melawan kenyataan yang ada, sampai-sampai mereka berpikir tentang risiko menderita kanker dan akan menuangkal adanya gejala dan menolak untuk mencari pengobatan.
e.       Faktor Spiritual. Aspek spiritual dapat terlihat dari bagaimana seseorang menjalani kehidupannya, mencakup nilai dan keyakinan yang dilaksanakan, hubungan dengan keluarga atau teman, dan kemampuan mencari harapan dan arti dalam hidup. Ada beberapa agama yang melarang penggunaan bentuk tindakan pengobatan tertentu. Perawat harus memahamai dimensi spiritual klien sehingga mereka dapat dilibatkan secara efektif dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.
2.      Variabel Eksternal
a.       Praktik di keluarga. Keluarga yang sehat biasanya akan mencari cara unuk membantu seluruh anggota keluarganya mencapai potensi mereka yang paling besar. Contoh : Seorang anak yang diajak orangtuanya untuk melakukan pemeriksaan rutin, kemungkinan besar ketika mereka dewasa akan membawa anaknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang sama.
b.      Faktor sosioekonomik. Variabel sosial berperan dalam menentukan bagaimana sistem pelayanan kesehatan menyediakan pelayanan medis karena sistem pelayanan diatur dengan cara-cara tertentu, maka hal tersebut akan menetukan bagaimana klien dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan yang secara sosial bersifat “sah” dan “dapat diterima”. Variabel ekonomi dapat mempengaruhi tingkat kesehatan klien dengan cara meningkatkan risiko terjadinya penyakit dan mempengaruhi cara bagaimana atau dimana klien masuk ke dalam sistem pelayanan kesehatan. Contoh : seorang pekerja yang mempunyai asuransi kesehatan kemungkinan besar akan mencari pelayanan dan pengobatan untuk mengobati batuk kronikyang dideritanya dibandingkan dengan seseorang yang menganggur dan tidak mempunyai asuransi.
c.       Latar belakang budaya. Latar belakang budaya mempengaruhi keyakinan, nilai, dan kebiasaan individu. Jika perawat tidak menyadari pola budaya yang berhubungan dengan perilaku dan bahasa yang digunakan oleh diri sendiri maupun orang lain, maka mereka tidak akan mampu mengenal dan memahami perilaku dan kayakinan klien, dan mereka akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan klien. Contoh : sebuah studi tentang pendidikan kesehatan yang dilakukan pada penduduk Amerika keturunan Afrika memperlihatkan bahwa sebagian besar dari mereka tidak mempunyai akses untuk mendapatkan pendidikan kesehatan yang dapat digunakan sebagai cara pencegahan primer (Airhihenbuwa, 1989 dalam Potter dan Perry, 2005).
BAB VIIIs
ASPEK SOSIAL BUDAYA SERTA HUBUNGANNYA DENGAN EKOLOGI TERKAIT PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN
A.     PENGERTIAN SOSIAL BUDAYA.
 Dalam kehidupan masyarakat, pengertian sosial budaya memang abstrak, namun demikian ada wujud nyata sebagai hasil cipta, rasa dan karsa masyarakat. Pengertian sosial budaya  menurut para ahli, antara lain :
1.      Menurut Andreas Eppink, sosial budaya adalah segala sesuatu atau tata nilai yang berlaku dalam masyarakat, termasuk didalamnya pernyataan intelektual dan nilai-nilai artistik yang menjadi ciri khas masyarakat (LPN Indonesia, 1997).
2.      Menurut Burnett, sosial budaya adalah keseluruhan yang kompleks, menyangkut kesenian, moral, adat-istiadat, hokum, moral, pengetahuan, kepercayaan, dan kemampuan atau hasil olah pikir dalam bentuk lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat (LPN Indonesia, 1997)
B.     Aspek-aspek Sosial Budaya
1.      Orang Amerika-Asia. Orang Amerika-Asia berasal dari Cina, Hawai, Filifina, Korea, Jepang, Laos, Kamboja dan Vietnam. Bangsa ini merupakan bangsa imigran yang menetap di Amerika. Dalam komunitas kebangsaan Asia, kedokteran Cina memberikan kerangka kerja keseluruhan bagi kultur Asia dan mengajarkan bahwa kesehatan adalah keadaan harmoni dari spiritual dan fisik.
2.      Orang Amerika asal kulit hitam atau Afrika. Sebagian besar dari orang Amerika asal kulit hitam atau Afrika dibawa ke Amerika sebagai budak. Banyak orang Amerika berkulit hitam cenderung menggunakan obat-obatan tradisional dan dukun ketika orang tersebut mempunyai pengetahuan dan mempunyai akses kepada sumber tersebut.Kesehatan menurut mereka adalah keharmonisan dengan alam. Ketidakharmonisan dikaitkan dengan iblis dan roh jahat.
3.      Indian-Amerika. Terdapat sekitar 170 suku indian-Amerika di Amerika Serikat, terutama di bagian barat. Menurut mereka kesehatan mencerminkan kemampuan untuk hidup dalam harmoni total dengan alam dan kemampuan untuk bertahan dibawah situasi yang sangat sulit.
4.      Orang Amerika-Eropa. Kelompok ini berasal dari Jerman, Inggris, Irlandia, dan Prancis. Sehat dan sakit didefinisikan dalam banyak cara. Kesehatan mencakup kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, keadaan kesejahteraan fisik dan emosional serta keadaan bebas dari penyakit.
C.     PENGERTIAN EKOLOGI.
Ekologi berasal dari bahasa Yunani oikos (rumah atau tempat hidup) dan logos (ilmu).Istilah ini pertama kali dipakai oleh seorang ahli zoology, Ernest Haeckel pada tahun 1869. Menurutnya, ekologi adalah suatu kajian hubungan timbal-balik antara organisme dengan lingkungannya, baik lingkungan organik (makhluk hidup) maupun anorganik (suhu, air, cahaya, kelembaba, topografi) yang berhubungan erat dengan organisme tersebut (Oman, 2007).
Ekologi adalah hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan lingkungannya dimana mahluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan, jasad renik) dan lingkungan (fisik, biologi, sosial).
D.    HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DENGAN EKOLOGI TERKAIT PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN.
Hubungan sosial budaya dengan ekologi adalah sangat erat.Para ahli antropologi menaruh perhatian pada orientasi ekologi dengan kesehtan, yakni hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alamnya, tingkah laku penyakitnya dan cara-cara tingkah laku penyakitnya mempengaruhi evolusi kebudayaannya melalui proses umpan balik (Foster& Anderson, 2005).
Sistem ekologi atau lingkungan yang tidak baik dapat menyebabkan efek dan dampak yang besar bagi kehidupan manusia.Contohnya muncul penyakit-penyakit yang disebabkan oleh polusi udara. Selain itu, lingkungan berhubungan dengan tingkat tata organisasi masyarakat, seperti pedesaan dan perkotaan. Perbedaan ini pun berdampak pada proses pelayanan kesehatan. Sebagai contoh suatu masyarakat desa yang sederhana dapat bertahan dengan cara pengobatan tertentu sesuai dengan tradisi mereka. Sementara, masyarakat modern akan mempertimbangkan cara-cara medik barat yang berkembang dengan teknologi modern untuk menangani permasalahan mereka.
Kebudayaan atau kultur dapat membentuk kebiasaan dan respons terhadap kesehatan dan penyakit dalam segala masyarakat tanpa memandang tingkatannya. Karena itulah penting bagi tenaga kesehatan untuk tidak hanya mempromosikan kesehatan, tapi juga membuat mereka mengerti tentang proses terjadinya suatu penyakit dan bagaimana meluruskan keyakinan atau budaya yang dianut hubungannya dengan kesehatan.
E.     HUBUNGAN LATAR BELAKANG KEBERAGAMAN BUDAYA DENGAN PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat tentunya harus menggali informasi yang mendetail dari pasien karena pasien yang ditangani berasal dari kebudayaan yang berbeda-beda.Pasienmerupakan subjek penerima asuhan keperawatan sehingga harus mempertimbangkan latar belakang budaya yang dianutnya.
Perawat harus menyadari bahwa perlunya mempertimbangkan perbedaan budaya pada klien ketika memberikan pelayanan kesehatan. Pemahaman berbagai keyakinan mengenai penyebab sakit dan penyakit, serta praktik kesehatan tradisional dalam masyarakat terkadang berbeda dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah ekonomi (kemiskinan), spiritual, tingkat pendidikan, adat dan tradisi dan lain-lain (Wong, 2008).
Meskipun karakteristik penyakit maupun sakit itu sama di dalam budaya manapun, tetapi pasien menginterpretasikannya secara berbeda-beda. Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. Persepsi kejadian penyakit yang berlainan dengan ilmu kesehatan sampai saat ini masih ada di masyarakat; dapat turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan bahkan dapat berkembang luas. Manusia beradaptasi dengan lingkungan yang bervariasi dengan mengembangkan solusi budaya untuk memenuhi kebutuhan. (Kozier et al, 2006).
Berikut ini contoh persepsi masyarakat tentang penyakit malaria, yang saat ini masih ada di beberapa daerah pedesaan di Papua (Irian Jaya).Makanan pokok penduduk Papua adalah sagu yang tumbuh di daerah rawa -rawa.Selain rawa-rawa, tidak jauh dari mereka tinggal terdapat hutan lebat.Penduduk desa tersebut beranggapan bahwa hutan itu milik penguasa gaib yang dapat menghukum setiap orang yang melanggar ketentuannya.
Beberapa budaya, misalnya sebuah budaya dapat mengganggap penyakit kronik atau ketidakmampuan hanya mempengaruhi beberapa aspek kehidupan anak karena anak yang mengalami suatu penyakit adalah normal. Namun,  di Cina hal ini berbeda dimana penyakit berpengaruh secara global dalam aspek kehidupan, baik sekarang maupun ke depannya (Martinson, Amstrong & Qiao, 1997 dalam Wong, 2008).
Bila suatu bentuk pelayanan kesehatan baru diperkenalkan kedalam suatumasyarakat dimana faktor-faktor budaya masih kuat. Biasanya dengan segera mereka akan menolak dan memilih cara pengobatan tradisional sendiri. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan sangat penting dan sangat diperlukan karena tidak semua budaya sesuai dengan kesehatan.
F.     PENTINGNYA PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN TERKAIT DENGAN MODEL SEHAT-SAKIT (AGENS-PEJAMU-LINGKUNGAN).
Model sehat dan sakit (agens pejamu lingkungan) berasal dari kerja kesehatan komunitas yang dilakukan oleh leavell et al (1995) dan sejak saat itu dikembangkan menjadi sebuah model untuk menggambarkan penyebab sakit pada area kesehatan yang lain. Terbagi dalam tiga hubungan, yaitu agens, pejamu, dan  lingkungan (Potter & Perry, 2005).
1.      Agens adalah faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit atau sakit, agens dapat bersifat biologis, kimia, fisik, mekanis atau psikososial.
2.      Pejamu ialah seseorang atau sekelompok yang rentan terhadap penyakit tertentu dan disebabkan oleh beberapa faktor seperti riwayat keluarga, usia dan gaya hidup pejamu.
3.      Lingkungan adalah keseluruhan fenomena yang mempengaruhi perkembangan, kepercayaan, dan perilaku klien.Lingkungan  ada2 macam, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan sosial.Lingkungan fisik seperti tingkat ekonomi, iklim,kondisi tempat tinggal,dan beberapa elemen seperti penerangan dan kebisingan. Sedangkan, lingkungan sosial terdiri dari interaksi antara seseorang atau kelompok dengan orang lain atau dengan kelompok lain (Potter & Perry, 2005).
Model agens pejamu lingkungan ini menyatakan bahwa sehat-sakit ditentukan oleh interaksi yang dinames dari ketiga variable tersebut.Model ini pertama kali dikembangkan oleh Peszneceker (1984) dan baru-baru ini laporan Berne et al (1990) megemukakanbahwa respons yang dapat meningkatkan kesehatan ataupun merusak berasal dari interaksi antara seseorang atau sekelompok org dengan lingkungannya.Contohnya para gelandangan yang memiliki tingkat kesehatan yang berbeda berdasarkan pengaruh lingkungan (stressor atau agens).Misalnya tindak kejahatan yang tidak adekuat. Bila suatu bentuk pelayanan kesehatan baru diperkenalkan kedalam suatumasyarakat dimana faktor-faktor budaya masih kuat. Biasanya dengan segera mereka akan menolak dan memilih cara pengobatan tradisional sendiri.Banyak teori yang dikemukakan para ahli mengenai timbulnya penyakit.Dewasa ini dikenal tiga proses terjadinya penyakit, sebagai berikut:
a.       Segitiga Epidemiologi (the epidemiologic triangle)

                           HOST ( Penjamu )


         AGENT                               ENVIRONTMENT
( penyebab penyakit )                    ( Lingkungan )
Menurut model ini, apabila ada perubahan dari salah satu factor, maka akan terjadi perubahan keseimbangan di antara mereka, yang berakibat akan bertambah atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan.
1.         Jaringan – jaringan sebab akibat (The web of causation)
Menurut model ini, bahwa suatu penyakit tidak tergantung kepada suatu sebab yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat.dengan demikian timbulnya suatu penyakit dapat di cegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai di berbagai faktor.
Hubungan antara penjamu, agent, dan lingkungan menimbulkan penyakit kompleks, karena ketiga faktor ini saling mempengaruhi, penjamu, agent, dan lingkungan saling berlomba untuk menarik keuntungan dari lingkungan.Hubungan anatar ketiganya diibaratkan sebagai timbangan.Dimana bibit penyakit dan penjamu berada di masing-masing ujung tuas, sedangkan lingkungan sebagai penumpunya.
Seorang berada dalam keadaan sehat apabila tuas penjamu berada dalam keadaan seimbang dengan tuas bibit penyakit, sebaliknya bila bibit penyakit berhasil menarik keuntungan dari lingkungan maka orang itu akan berada dalam keadaan sakit.
Untuk lebih jelas digambarkan sebagai berikut.
a.    Manusia dalam keadaan sehat.
 

                         Pejamu                                                                         Agent

                                                         LINGKUNGAN
b.      Manusia menderita penyakit karena daya tahan tubuh berkurang
 

                   Pejamu

                                                                                                    Bibit Penyakit
                                                         LINGKUNGAN
c.       Manusia menderita penyakit karena kemampuan bibit penyakit meningkat
 


                                                                                                           Bibit Penyakit
                         Pejamu
                                                             LINGKUNGAN
d.      Manusia menderita penyakit karena perubahan lingkungan.

                                                                                                          Bibit Penyakit

                                 Pejamu
                                                              lingkungan
1.      Pejamu (host). Pejamu adalah semua faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi dan timbulnya suetu perjalanan penyakit. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan penyakit pada penjamu adalah:
a.       Daya tahan tubuh terhadap penyakit. Daya tahan tubuh seseorang sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi, aktifitas dan istirahat. Apabila seseorang hidup secara teratur dengan memelihara higiene personal dengan baik serta dapat memenuhi kebutuhan gizinya sesuai dengan aturan kesehatan maka ia akan memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit.
b.      Genetik. Ada beberapa penyakit keturunan yang dapat ditularkan dari kedua orang tua, misalnya penyakit diabetes melitus, asma bronkiale dan sebagainya.
c.       Umur. Penyakit dapat menyerang seseorang pada umur-umur tertentu, misalnya: penyakit morbili, difteria bannyak menyerang anak-anak.
d.      Jenis kelamin. Ada beberapa penyakit tertentu hanya menyerang jenis kelamin tertentu, misalnya: kanker payudara banyak ditemukan pada wanita, sedangkan kanker prostat diderita oleh pria.
e.       Adat kebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan buruk seseorang merupakan ancaman kesehatan bagi orang tersebut, sebagai contoh:
a.       Seseorang yang kurang dapat memelihara higiene personalnya, seperti kulit,  gigi dan mulut, rambut akan mudah untuk terserang penyakit.
b.      Kebiasaan merokok akan dapat menimbulkan penyakit kanker paru-paru.
c.       Kebiasaan minum minuman keras akan dapat menimbulkan penyakit lever.
f.       Ras. Ada beberapa ras tertentu yang diduga lebih sering menderita beberapa penyakit tertentu, penyakit hemofili banyak ditemukan pada orang Eropa.
g.      Pekerjaan. Situasi pekerjaan tertentu akan dapat enimbulkan penykit tertentu, misalnya orang bekerja di pabrik asbes kemungkinan besar akan menderita penyakit asbestosis, dan para manager perusahaan sering mengalami stres daripada bawahannya.
2.      Agens Adalah sesuatu substansi tertentu yang keberadaaannya atau ketidakberadaannya dapatv menimbulkan penyakit atau mempengaruhi perjalanan suatu penyakit. Golongan yang dapat menimbulkan penyakit adalah:
1.      Golongan biologic. Yang termasuk dalam golongan biologic yang banyak menimbulkan penyakit adalah mikroorganisme seperti virus, bakteri, riketsia, sedangkan yang bukan termasuk golongan mikroorganisme yang banyak menimbulkan penyakit adalah cacing, protozoa, sedangkan yang termasuk golongan tumbuh-tumbuhan adalah jamur.
2.      Golongan gizi. Gizi sangat penting artinya untuk kehidupan manusia, untuk mempertahankan hidupnya manusia memerlukan berbagai unsure gizi yang sangatv diperlukan diantaranta protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Mengenai kebutuhan gizi ini disesuaikan dengan kebutuhan seseorang dan setiap orang tidak sama kebutuhannya. Jika seseorang mengalami kekurangan atau kelebihan gizi maka akan dapat menimbulkan penyakit.
3.      Golongan fisik. Yang termasuk golongan fisik adalah suhu yang terlalu tinggi atau rendah, suara yang terlalu bising, tekanan udara, kelembaban udara, radiasi atau trauma mekanis yang dialami seseorang yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Golongan fisik akan dapat menimbulkan penyakit apabila berada dalam keadaan luar biasa baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Misalnya suhu yang terlalu panas akan dapat menimbulkan heat stroke.
4.      Golongan kimia. Ada beberapa zat kimia yang dapat menimbulkan penyakit terhadap seseorang, baik yang berasal dari luar tubuh maupun dalam tubuh.Zat kimia yang berasal dari luar tubuh dapat berupa logam berat, bahan-bahan insektisida yang dapat membunuh serangga dan banyak lainnya.Sedangkan yang berasal dari dalam tubuh adalah hasil metabolism yang dapat dikeluarkantubuh misalnya urium yang seharusnya dikeluarkan melalui urine.
5.      Golongan mekanik. Golongan mekanik sering dikategorikan ke dalam gologan fisik, tetapi sesungguhnya golongan mekanik lebih banyak disebabkan oleh karena kelalaian manusia, seperti kecelakaan lalu lintas, pukulan, kecelakaan dalam pekerjaan dan sebagainya.
3.      Lingkungan (environment). Yang dimaksud dengan lingkkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada disekitar manusia serta pengaruh-pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan  manusia. Lingkungan dapat dibagi dalam 2 macam,yaitu:
1.      Lingkungan fisik. Yang merupakan lingkungan alamiah yang terdapat disekitar manusia, seperti:
a.       Cuaca
b.       Musim
c.       keadaan geografis
d.      struktur geologi
2.      Lingkungan nonfisik. Ada lingkungan yang muncul sebagai adanya interaksi antara manusia , seperti;
a.       keadaan social budaya dan ekonomi
b.      norma-norma yang berlaku
c.       nilai-nilai yang brlaku
d.      adat istiadat
3.      Lingkungan biologis. Adalah segala bentuk kehidupan yang berada di sekitar manusia seperti binatang,tumbuh-tumbuhan ,, juga termasuk mikroorganisme seperti kuman yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Peranan lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit adalah reserviior bibit penyakit. Yang dimaksud dengan resevior disini adalah tempat hidupyang dipandan paling sesuai dengan bibit penyakit untuk perkembanga biakan. Disamping itu ada resevior bibit penyakit lainnya yang menjadi tempat berkembang biaknya bibit diantaranya adalah:
1.      Human ressevior Adalah bibit penyakit yang hidup dalam tubuh manusia.timbul atau tidak nya penyakit pada manusia tersebut akan sangat tergantung  kepada sifat bibit penyakit tersebut, dan sangat tergantung pula daya tahan tubuh manusia terhadap penyakit.
2.      Animal resevior Adalah bibit yang hidup dalam binatang , yang karena sesuatu dapat menyerang manusia. Antropode reservoir,bibit penyakit tersebut hidup dalam tubuh binatang yang termasuk  dalam kelompok antropode.
4.      Perjalanan penyakit. Perjalanan penyakit yang terjadi pada manusia dapat digolongan menjadi 5 tahap.Yaitu:
1.      Tahap pre-patogenesis Pada tahap ini telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit, tetapi interaksi ini terjadi di luar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia dan belum masuk kedalam tubuh.Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda-tanda penyakit dan daya tahan tubuh penjamu masih kuat dan dapat menolak penyakit.Keadaan ini disebut sehat.
2.      Tahap inkubasi. Tahap inkubasi adalah masuknya bibit penyakit kedalam tubuh penjamu, tetapi gejala-gejala penyakit belum nampak. Tiap-tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda, ada yang bersifat seperti influenza, penyakit kolera masa inkubasinya hanya 1-2 hari saja, tetapi ada juga yang bersifat menahun, misalnya kanker paru-paru, AIDS dan sebagainya.
3.      Tahap penyakit dini. Tahap penyakit dini dihitung mulai dari munculnya gejala-gejala penyakit, pada tahap ini penjamu sudah jatuh sakit tetapi masih dapat menjalankan aktifitas sehari-hari. Apabila pada tahap ini penyakit segera diobati mungkin penyakit akan dapat segera teratasi sehingga sembuh, tetapi apabila dibiarkan dan tidak segera diobati maka penyakit aka menjadi lebih parah. Dan keadaan ini sangat tergantung kepada daya tahan tubuh manusia itu sendiri, gizi, istirahat dan perawatan yang baik di rumah (self care).
4.      Tahap penyakit lanjut. Apabila penyakit pejamu bertambah parah, karena tidak diobati, atau pengobatannya tidak teratur dan tidak memperhatikan anjuran-anjuran yang diberikan pada tahap penyakit dini, maka penyakit masuk ke dalam tahap penyakit lanjut.Pada tahap ini pejamu kelihatan sangat tak berdaya dan tidak sanggup lagi menjalankan aktivitas sehari-hari.Pada tahap ini pejamu memerlukan perawatan dan pengobatan yang intensif.
5.      Tahap akhir penyakit. Ada dalam 5 keadaan, yaitu:
a.      Sembuh sempurna: artinya bentuk dan fungsi tubuh pejamu kembali berfungsi seperti keadaanya sebelumnya.
b.      Sembuh tetapi cacat: bebas dari penyakit, tetapi sembubh pejamu tidak sempurna, Karena terjadi cacat. Cacat pada pejamu dapat berupa cacat fisik, cacat mental, maupun cacat social dan sangat tergantung dari serangan penyakit terhadap organ-organ tubuh pejamu.
c.       Karier : Pada karier perjalanan penyakit seolah-olah terhenti, karena gejala-gejala penyakit tidak nampak lagi, tetapi dalam tubuh penjamu masih terdapat bibit-bibit penyakit yang pada satu saat apabila daya tahan tubuh penjamu menurun akan dapat kambuh kembali. Keadaan ini tidak hanya membahayakan penjamu sendiri, tetapi dapat berbahaya terhadap orang lain/masyarakat, karena dapat menjadi sumber penularan penyakit (human reservoir).
d.      Kronis : pada kedaan ini perjalanan penyakit nampak berhenti, tetapi gejala-gejala penyakit tidak berubah. Dengan kata lain tidak bertambah berat ataupun bertambah ringan. Keadaan ini penjamu masih tetap berada dalam keadaan sakit.
e.       Meninggal : Apabila keadaan penyakit bertambah parah dan tidak dapat diobati lagi, sehingga berhentinya perjalanan penyakit karena penjamu meninggal dunia. Keadaan ini bukanlah keadaan yang diinginkan.
 DAFTAR PUSTAKA
Sanjaya, Wina (2007). Stategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Bandung : Kencana
Potter &Perry.(2005). Fundamental Keperawatan.Jakarta :EGC
Karmana, Oman. (2007). Cerdas Biologi.Bandung : Grafindo Media Pratama
Wong, Doona L (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik, 6th ed. Jakarta : EGC
Foster, G.M, & Anderson B.G, (2005). Antropologi Kesehatan. Jakarta : UI Press
Effendy, Nasrul (1998). Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan masyarakat, 2nd ed. Jakarta : EGC
Potter dan Perry (2005). Fundamental Keperawataneds 4. Jakarta : EGC
Kozier, B. et al (2004).Fundamental Keperawatan.Jakarta : EGC
Aziz, Alimul (2004). PengantarKonsepDasarKeperawatan. Jakarta :SalembaMedika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa tinggalkan jejakk yaa...