Kamis, 23 Februari 2012

Discharge planning

Discharge planning
A.    Pengertian Discharge planning
 Discharge planning  adalah proses sistematis yang diberikan kepada pasien ketika akan meninggalkan tempat pelayanan kesehatan, baik pulang kerumah maupun akan melakukan perawatan dirumah sakit lain (Taylor)
Kozier(2004) mendefinisikan discharge planning sebagai proses mempersiapkan pasien untuk meninggalkan satu unit pelayanan kepada unit yang  lain didalam atau diluar suatu agen pelayanan kesehatan umum.
Jackson(1994) menyatakan bahwa discharge planning merupakan proses mengidentifikasi kebutuhan pasien dan perencanaannya dituliskan untuk memfasilitasi keberlanjutan suatu pelayanan kesehatan dari suatu lingkungan yang lain.
Rindhianto (2008) mendefinisikn discharge planning sebagai perencanaan kepulangan pasien dan memberikan informasi kepada klien dan keluarganya tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan sehubunagan dengan kondisi penyakitnya,
B.     Manfaat discharge planning
1 .bagi pasien
a.       Dapat memenuhi kebutuhan pasien.
b.      Merasakan bahwa dirinya adalah bagian dari proses  perawatan sebagai bagian yang aktif dan bukan objek yang pasif
c.       Menyadari haknya untuk dipenuhi
d.      Merasa nyaman untuk kelanjutan perawatannya untuk memperoleh support sebelum timbulnya masalah
e.       Dapat memilih prosedur perawatannya
f.       Mengerti apa yang terjadi pada dirinya dan mengetahui siapa yang dapat dihubungi

2. bagi perawat
a.       Merasakan bahwa keahliannya diterma dan dapat digunakan
b.      Menerima informasi kunci setiap waktu
c.       Memahami perannya dalam sistem
d.      Dapat mengembangkan keterampilan dalam prosedur baru
e.       Memiliki kesempatan untuk bekerja dalam setting yang berbeda dan cara yang berbeda
f.       Bekerja dalam suatu sistem dengan efektif


C.    Prinsip discharge planning
1)      Kordinasi (saling berhubungan)
2)      Interdisiplin (saling menjaga, disiplin ilmu,keterampilan sesuai standar keperawatan)
3)      Pengenalan secara dini mungkin(penjelasan tentang apa yang kita informasi)
4)      Perencanaan secara hati-hati
5)      Melibatkan klien dan keluarga dalam memberikan perawatan

Karakteristik indikasi kebutuhan discharge planning
a.       Kurang pengetahuan tentang pengobatan
b.      Isolasi sosial
c.       Diagnosa baru penyakit kronik
d.      Operasi besar
e.       Perpanjangan operasi besar
f.       Orang labil
g.      Penatalaksanaan dirumah secara kompleks
h.      Kesulitan financial
i.        Ketidakmampuan menggunakan sumber rujukan /fasilitas pelayanan kesehatan
j.        Penyakit  terminal
Prioritas klien yang mendapatkan discharge planning
a.       Umur diatas 70 tahun
b.      Maltipe diagnosis
c.       Resiko kematian yang tinggi
d.      Terbatas mobilitus fisik
e.       Keterbatasan merawat diri sendiri
f.       Penurunan status kognisi/kognitif
g.      Resiko terjadi cedera
h.      Tunawisma
i.        Fakir miskin
j.        Penyakit kronis
k.      Pasie diagnosis baru
l.        Penyalahgunaan zat
m.    Sering keluar masuk emergency



D.    Mekanisme Discharge planning menurut proses keperawatan
1.      Pengkajian
Elemen penting dari pengkajian discharge planning adalah :
a.       Data kesehatan
b.      Data pribadi
c.       Pemberi perawatan
d.      Lingkungan
e.       Keuangan dan pelayanan yang dapat mendukung

2.      Diagnosa
Diagnosa keperawatan didasarkan pada pengkajian discharge planning,dikembangkan untuk mengetahui kebutuhan klien dan keluarga.
Yaitu mengetahui problem,etiologi (penyebab),support  sistem (hal yang mendukung klien sehingga dilakukan discharge planning).

3.      Perencanaan
Menurut Luverne dan Barbara (1988) Perencanaan pemulangan pasien membutuhkan identifikasi kebutuhan klien.kelompok perawat berfokus pada kebutuhan rencana pengajaran yang baik untuk persiapan pulang klien,yang disingkat dengan METHOD yaitu :
a.       Medication  (obat)
Pasien sebaiknya mengetahui obat yang harus dilanjutkan setelah pulang.
b.      Environment  (lingkungan)
Lingkungan tempat klien akan pulang dari rumah sakit sebaiknya aman.pasien juga sebaiknya memiliki fasilitas pelayanan yang dibutuhkan untuk kelanjutan perawatannya.
c.       Treatment (pengobatan)
Perawat harus memastikan bahwa pengobatan dapat berlanjut setelah klien pulang, yang dilakukan oleh klien dan anggota keluarga.
d.      Healt Teaching (pengajaran kesehatan)
Klien yang akan pulang sebaiknya diberitahu bagaimana mempertahankan kesehatan.termasuk tanda dan gejala yang mengindikasikan kebutuhan perawatan kesehatan tambahan.
e.       Diet
Klien sebaiknya diberitahu tentang pembatasan pada dietnya.ia sebaiknya mampu memilih diet yang sesuai untuk dirinya.
4.      Implementasi
Implementasi  dalam discharge planning adalah pelaksanaan rencana pengajaran referral.seluruh pengajaran yang diberikan harus didokumentsikan pada catatan perawat dan ringkasan pulang (discharge summary).intruksi tertulis diberikan kepada klien.demontrasi ulang harus menjadi memuaska.klien dan pemberi perawatan harus memiliki keterbukaan dan melakukannya dengan alat yang digunakan dirumah.

5.      Evaluasi
Evaluasi terhadap discharge planning adalah penting dalam membuat kerja proses discharge planning.perencanaan dan penyerahan harus diteliti dengan cermat untuk menjamin kualitas dan pelayanan yag sesuai.
Keberhasilan program rencana pemulangan tergantung pada enam variable :
a.       Derajat penyakit
b.      Hasil yang diharapkan dari perawatan
c.       Durasi perawatan yang dibutuhkan
d.      Jenis-jenis pelayanan yang diperlakukan
e.       Komplikasi tambahan
f.       Ketersediaan  sumber-sumber untuk mencapai pemulihan














E.     Diagram Alir  Discharge Planning

 

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa tinggalkan jejakk yaa...